<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550</id><updated>2012-02-16T20:31:38.510+08:00</updated><category term='Manajemen SDM'/><category term='Pelatihan'/><category term='Artikel Islam'/><category term='Foto Keluarga'/><category term='Kepemimpinan'/><category term='Foto Kebersamaan'/><title type='text'>Blogger Dr.H.Hariono,MARS</title><subtitle type='html'>".......dengan ILMU hidup jadi MUDAH, dengan IMAN hidup jadi TERARAH, dengan SENI hidup jadi INDAH......."</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-7157299051438661579</id><published>2009-06-18T17:13:00.001+08:00</published><updated>2009-06-18T17:14:25.870+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Uwais Al Qarni (tak terkenal di bumi tetapi terkenal di langit)</title><content type='html'>Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur’an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit. Dia, jika bersumpah demi Allah pasti terkabul. Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah dipanggil disuruh masuk surga, dia justru dipanggil agar berhenti dahulu dan disuruh memberi syafa’at, ternyata Allah memberi izin dia untuk memberi syafa’at sejumlah qobilah Robi’ah dan qobilah Mudhor, semua dimasukkan surga tak ada yang ketinggalan karenanya. Dia adalah “Uwais al-Qarni”. Ia tak dikenal banyak orang dan juga miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya sebagai tukang membujuk, tukang mencuri serta berbagai macam umpatan dan penghinaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seorang fuqoha’ negeri Kuffah, karena ingin duduk dengannya, memberinya hadiah dua helai pakaian, tapi tak berhasil dengan baik, karena hadiah pakaian tadi diterima lalu dikembalikan lagi olehnya seraya berkata : “Aku khawatir, nanti sebagian orang menuduh aku, dari mana kamu dapatkan pakaian itu, kalau tidak dari membujuk pasti dari mencuri”. Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad SAW. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya. Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur. Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran. Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad SAW secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka memperbarui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam. Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah “bertamu dan bertemu” dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih, tapi apalah daya ia tak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia beratkan adalah sang ibu yang jika ia pergi, tak ada yang merawatnya Di ceritakan ketika terjadi perang Uhud Rasulullah SAW mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Kabar ini akhirnya terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada beliau SAW, sekalipun ia belum pernah melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, kapankah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dari dekat ? Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat membutuhkan perawatannya dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa. Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi SAW di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau memaklumi perasaan Uwais, dan berkata : “Pergilah wahai anakku ! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”. Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi SAW yang selama ini dirindukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi SAW, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah sayyidatina ‘Aisyah r.a., sambil menjawab salam Uwais. Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau SAW tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi SAW dari medan perang. Tapi, kapankah beliau pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman,” Engkau harus lekas pulang”. Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi SAW. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada sayyidatina ‘Aisyah r.a. untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi SAW dan melangkah pulang dengan perasaan haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulangnya dari perang, Nabi SAW langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rosulullah SAW, sayyidatina ‘Aisyah r.a. dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi sayyidatina ‘Aisyah r.a., memang benar ada yang mencari Nabi SAW dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah SAW bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya.” Sesudah itu beliau SAW, memandang kepada sayyidina Ali k.w. dan sayyidina Umar r.a. dan bersabda : “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi SAW wafat, hingga kekhalifahan sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. telah di estafetkan Khalifah Umar r.a. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kepada sayyidina Ali k.w. untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka. Diantara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qorni. Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan sholat. Setelah mengakhiri shalatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada ditelapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi SAW. Memang benar ! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, siapakah nama saudara ? “Abdullah”, jawab Uwais. Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun tertawa dan mengatakan : “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya ?” Uwais kemudian berkata: “Nama saya Uwais al-Qorni”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali k.w. memohon agar Uwais berkenan mendo’akan untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah: “Sayalah yang harus meminta do’a kepada kalian”. Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata: “Kami datang ke sini untuk mohon do’a dan istighfar dari anda”. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdo’a dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar r.a. berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata : “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak terdengar beritanya. Tapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan di tolong oleh Uwais , waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah Arab bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin topan berhembus dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghantam kapal kami sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat. Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut berbulu di pojok kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya. Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan sholat di atas air. Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu. “Wahai waliyullah,” Tolonglah kami !” tetapi lelaki itu tidak menoleh. Lalu kami berseru lagi,” Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami!”Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata: “Apa yang terjadi ?” “Tidakkah engkau melihat bahwa kapal dihembus angin dan dihantam ombak ?”tanya kami. “Dekatkanlah diri kalian pada Allah ! ”katanya. “Kami telah melakukannya.” “Keluarlah kalian dari kapal dengan membaca bismillahirrohmaanirrohiim!” Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di dekat itu. Pada saat itu jumlah kami lima ratus jiwa lebih. Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami berikut isinya tenggelam ke dasar laut. Lalu orang itu berkata pada kami ,”Tak apalah harta kalian menjadi korban asalkan kalian semua selamat”. “Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan ? ”Tanya kami. “Uwais al-Qorni”. Jawabnya dengan singkat. Kemudian kami berkata lagi kepadanya, ”Sesungguhnya harta yang ada di kapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir.” “Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?” tanyanya.“Ya,”jawab kami. Orang itu pun melaksanakan sholat dua rakaat di atas air, lalu berdo’a. Setelah Uwais al-Qorni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membagi-bagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tidak satupun yang tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah pulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya. Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan, “ketika aku ikut mengurusi jenazahnya hingga aku pulang dari mengantarkan jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat penguburannya guna memberi tanda pada kuburannya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa pemerintahan sayyidina Umar r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya : “Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni ? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta ? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa “Uwais al-Qorni” ternyata ia tak terkenal di bumi tapi menjadi terkenal di langit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-7157299051438661579?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/7157299051438661579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/uwais-al-qarni-tak-terkenal-di-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/7157299051438661579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/7157299051438661579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/uwais-al-qarni-tak-terkenal-di-bumi.html' title='Uwais Al Qarni (tak terkenal di bumi tetapi terkenal di langit)'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-975241019802355764</id><published>2009-06-18T17:01:00.002+08:00</published><updated>2009-06-18T17:05:17.155+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Hiasan Bibir Paling Indah Sepanjang Masa</title><content type='html'>Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. Ia berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di jalan-jalan guna mencari hamba ahli berzikir. Jika mereka mendapati kaum yang selalu berzikir kepada Allah SWT, mereka menyerunya, “serukanlah kebutuhan kalian”. Kemudian mereka membawanya dengan sayap-sayapnya ke atas langit bumi. Lalu mereka ditanya oleh Rabb-nya (Dia Maha Mengetahui). Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku?. Para malaikat menjawab, mereka menyucikan dan mengagungkan Engkau, memuji dan memuliakan Engkau. Allah berfirman, apakah mereka melihat-Ku? Para malaikat menjawab, tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu. Allah berfirman; Bagaimana kalau mereka melihat Aku? Para malaikat berkata, kalau mereka melihat-Mu, tentunya ibadah mereka akan bertambah, tambah menyucikan dan memuliakan Engkau. Allah SWT berfirman, apa yang mereka minta? Para malaikat berkata, mereka memohon surga kepada-Mu.&lt;br /&gt;Allah berfirman, “Apakah mereka pernah melihatnya?” Para malaikat berkata, tidak, demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya. Allah SWT berfirman, bagaimana kalau mereka melihatnya? Para malaikat berkata, kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berhasrat serta tamak dalam memohon dan memintanya. Allah SWT berfirman, terhadap apa mereka memohon perlindungan? Para malaikat berkata, Mereka memohon perlindungan dari neraka-Mu. Allah SWT berfirman, apakah mereka pernah melihatnya? Para malaikat berkata, kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berlari menjauhinya dan semakin takut. Allah SWT berfirman, kalian Aku jadikan saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dari malaikat itu berkata, di dalam kelompok mereka terdapat si Fulan yang bukan bagian dari mereka. Ia datang ke sana hanya untuk suatu keperluan. Allah SWT berfirman, anggota majelis itu tidak menyengsarakan orang yang duduk bergabung dalam majelis mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlaha sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bagaiaman seorang hamba yang selalu senantiasa tidak pernah berputus asa dalam memanjatkan permohonan do’anya kepada Sang Khalik. Namun, dibalik itu, sudahkah kita semua melakukannya dengan sepenuh hati, atau baru setengah hati? Semoga kita semua mau membuka hati kita masing-masing untuk tetap menjalanka  segenap apa yang telah diperintahkanNya. Bukan ber-ibadah sekehendak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling gampang dan mudah dalam dzikir adalah, ucapaan tasbih dan tahmid dan tahlil dalam setiap langkah kemanapun kita akan bepergian. Tentu hal ini akan lebih bermanfaat dari pada sekedar ber-gosip ria atau membicarakan hal-hal yang kurang bermanfaat. Sungguh, nikmat Allah yang manakah yang hendak kita dustakan? Dikala kita mengayunkan setiapa langkah, kita selalu berdizikir, maka, disamping kita meninggalkan pembicaraan yang kurang bermanfaat, paling tidak kita akan mendapatkan “pulsa” kelak untuk di akherat. Bahkan setiap huruf dari dzikir tersebut akan mendapatkan “pulsa” oleh Allah sebesar 10 kali. Subhanllah. Sungguh, hanya orang-orang yang merugi saja yang tidak mau mengucapkan dzikir kepada-Nya. Karena Alla SWT telah memberikan sinyal dalam sumpahnya “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh…” (QS Al-Ashr 1-3). Semoga kita semua tidak termasuk orang-orang yang merugi. Alahumma Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu A’lam Bish-Shawab.&lt;br /&gt;Written by Rahmat Arafah A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-975241019802355764?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/975241019802355764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/hiasan-bibir-paling-indah-sepanjang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/975241019802355764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/975241019802355764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/hiasan-bibir-paling-indah-sepanjang.html' title='Hiasan Bibir Paling Indah Sepanjang Masa'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-6754585219894293075</id><published>2009-06-16T06:44:00.001+08:00</published><updated>2009-06-16T06:47:06.304+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Sakaratul Maut dan Khusnul Khatimah</title><content type='html'>Orang yang meregang nyawa, di ambang pintu kematian mengalami rasa sakit yang bukan alang kepalang. Saat-saat kritis itulah yang disebut dengan sekarat atau sakratul maut.&lt;br /&gt;Kematian yang wajar dan normal dapat dikenali dengan beberapa tanda. Di antara tanda-tanda datangnya kematian itu adalah:&lt;br /&gt;1. Orang yang mau meninggal akan melihat malaikat maut. Jika dia termasuk calon orang yang berbahagia maka dia akan melihat malaikat maut dalam rupa yang bagus, dan melihat malaikat rahmat berwajah putih. Mereka membawa kafan dan tikar dari sorga. Mereka duduk dari padanya sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut seraya duduk di sisi kepalanya dan berkata: “Keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya!” Adapun jika dia termasuk calon orang yang celaka, maka dia akan melihat malaikat maut dalam rupa yang lain, serta melihat malaikat adzab menghitam wajahnya. Mereka membawa kafan dan tikar dari api neraka. Kemudian datanglah malaikat maut seraya duduk di sisi kepalanya dan memberinya kabar gembira dengan kemurkaan Allah atasnya, dan dia melihat tempat duduknya di neraka. Berkatalah malaikat maut: “Keluarlah wahai jiwa yang keji, dan bergembiralah dengan kemurkaan dan kemarahan Allah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dengan keadaan yang demikian, saat orang yang mau meninggal melihat malaikat maut, diapun lemas, tidak bisa berkutik, mual, merasakan pedihnya sekarat, dan kesusahan, tidak mampu berkata-kata. Dia mendengar tapi tidak mampu menjawab, melihat tapi tidak mampu menerangkannya, hatipun kacau, detak jantung sudah tidak beraturan, kadang dia tersadar, kadang dia pingsan karena pedihnya sakaratul maut. Ya Allah, tolonglah kami atas sakaratul maut.&lt;br /&gt;Tanda-tanda yang menunjukkan seseorang itu telah meninggal:&lt;br /&gt;1. Terbelalaknya mata, berdasarkan hadits Ummu Salamah, dia berkata : “Rasulullah masuk kepada Abu Salamah, sementara matanya telah terbelalak kemudian Nabi memejamkannya seraya bersabda: ”Sesungguhnya jika roh itu dicabut, mata akan mengikutinya….” (HR. Muslim dan Ahmad)&lt;br /&gt;2. Condongnya hidung kearah kanan atau kiri&lt;br /&gt;3. Kendur (terbuka)nya rahang bawah, karena kendurnya seluruh anggota tubuh secara umum.&lt;br /&gt;4. Diam dan berhentinya detak jantung.&lt;br /&gt;5. Mendinginnya seluruh tubuh secara umum.&lt;br /&gt;6. Merapatnya betis kanan dengan betis kiri, dan sebaliknya berdasarkan firman Allah : “Dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan).” (QS. al-Qiyamah: 29)&lt;br /&gt;Apa yang harus kita lakukan setelah kita yakin akan kematiannya?&lt;br /&gt;1. Memejamkan kedua matanya&lt;br /&gt;2. Menutupkan mulutnya&lt;br /&gt;3. Melemaskan tulang-tulang persendian seketika, satu jam setelah kematiannya, untuk memudahkan pemindahan, pemandian dan pengkafanannya.&lt;br /&gt;4. Meletakkan pemberat yang sesuai di atas perutnya agar tidak menggelembung jika tidak disegerakan prosesi pemandiannya.&lt;br /&gt;5. Menutup seluruh lubang tubuh hingga diselenggarakan perawatannya.&lt;br /&gt;6. Mempercepat penyelenggaraan jenazah, berdasarkan sabda Nabi “Bersegeralah kalian (menyelenggarakan) jenazah, jika dia shalih, maka sebuah kebaikan telah kalian ajukan, jika selain itu maka sebuah keburukan yang kalian letakkan dari leher-leher kalian.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;7. Bersegera membayarkan hutangnya, berdasarkan hadits Abu Hurairah dari Nabi beliau bersabda:”Jiwa seorang mukmin tergadaikan oleh hutangnya hingga dilunasi.” (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;Khusnul khatimah dan tanda-tandanya:&lt;br /&gt;1. Hadits pertama dari Mu’adz, dia berkata, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa akhir ucapannya di dunia ini adalah Laa Ilaha Ilallah, dia masuk sorga.” (HR. Abu Dawud, dan al-Hakim)&lt;br /&gt;2. Hadits kedua dari Buraidah ibn Hushaib dia berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda: “Kematian seorang mukmin (ditandai dengan) keringat di dahi.” (HR. Ahmad, Nasa’i, Turmudzi dan lainnya)&lt;br /&gt;3. Hadits ketiga dari Abdullah ibn ‘Amr, dia berkata, Rasulullah bersabda: “Tidak ada seorang muslimpun yang meninggal pada hari jum’at atau malam jum’at melainkan dia akan dibebaskan dari siksa kubur.” (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;4. Dan di antara tanda khusnul khatimah adalah mati di saat menjalankan keta’atan kepada Allah dan rasul-Nya, seperti meninggal dalam keadaan shalat, atau puasa, atau haji, umrah atau dalam keadaan berjihad di jalan Allah atau dalam dakwah kepada Allah. Dan barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah, Dia akan memberinya taufik untuk beramal shalih kemudian mencabut nyawanya.&lt;br /&gt;5. Pujian baik oleh sekumpulan kaum muslimin atasnya, berdasarkan hadits Anas, dia berkata, (Para sahabat) pernah melewati sebuah jenazah, kemudian mereka memuji kebaikan atasnya. Maka Nabi bersabda: “Wajib.” Kemudian mereka melewati sebuah jenazah yang lain, lalu mereka mengutarakan keburukannya. Maka Nabi bersabda: “Wajib.” Maka Umar berkata: “Apa yang wajib?” Beliau bersabda:&lt;br /&gt;“Yang ini kalian menyebut baik atasnya, maka wajib baginya sorga, sementara yang itu kalian menyebut buruk atasnya maka wajib baginya neraka, kalian adalah saksi Allah di bumi-Nya.” (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;6. Tanda-tanda yang bisa dilihat dari si mayit setelah kematiannya:&lt;br /&gt;a. Senyuman di wajah&lt;br /&gt;b. Terangkatnyajari telunjuk, yang menunjukkan syahadat tauhid&lt;br /&gt;c. Bersinar, dan bercahayanya wajah karena kegembiraan menerima kabar gembira yang didengarnya dari malaikat maut.&lt;br /&gt;Adapun tanda su’ul khatimah banyak dan bermacam-macam, di antaranya:&lt;br /&gt;1. Mati di atas kesyirikan, atau meninggalkan shalat dengan meremehkan perintah-perintah Allah dan rasul-Nya, begitupula mereka yang mati saat mendengarkan nyanyian (musik), suara seruling, sinema, atau film komedi, dan mereka yang mati di atas perbuatan-perbuatan keji secara umum, begitupula yang mati dengan khamr (miras) dan narkoba.&lt;br /&gt;2. Di antara tanda yang tampak pada mayat setelah kematiannya adalah; murung, gelap dan menghitamnya wajah, karena kengerian yang dirasakan saat mendengar berita buruk tentang murka Allah dari malaikat maut. Kadang-kadang warna hitam ini menyelimuti seluruh tubuh -wal ‘iyadzu billah-.&lt;br /&gt;Saya nasihatkan kepada orang-orang yang sembrono dalam menunaikan ibadah shalat —terutama yang meninggalkannya— agar segera bertaubat kepada Allah, dan segera menjaga shalat tersebut hingga mendapatkan kekhusyu’an di dalamnya. Dikarenakan shalat adalah tiang agama Islam, dan sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kekufuran adalah meninggalkan shalat sebagaimana suri tauladan dan Nabi kita Muhammad telah mengajarkan: “Perjanjian antara kita dan mereka (orang-orang munafik) adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkannya, dia telah kufur.” (HR. Ahmad dan Malik)&lt;br /&gt;Shalat adalah sebenar-benar perisai bagi pelakunya, dialah pencegah dari perbuatan keji dan munkar, Allah berfirman : “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)&lt;br /&gt;Maka di manakah anda —mudah-mudahan Allah menjaga anda- dari perisai ini?! Di manakah anda dari sungai yang akan menghapus dosa-dosa anda sebanyak lima kali dalam sehari semalam ini? Bertaubatlah saudaraku sekarang juga, sebelum hilangnya kesempatan! Dan sebelum datangnya malaikat maut secara tiba-tiba. Dikarenakan panen dari sesuatu yang telah engkau tanam di dunia dimulai saat malaikat maut memerintahkan ruh untuk keluar darimu. Maka bercocok tanamlah kebaikan, engkau akan senang dengan hasilnya!&lt;br /&gt;Adapun orang yang berpaling dari kebaikan ini, dan dia meninggalkan shalat, maka tanda-tanda su’ul khatimahnya adalah hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya saat jenazahnya dimandikan. Kita berlindung kepada Allah dari kehinaan.&lt;br /&gt;(Abdurrahman ibn Abdil Ghaits; dalam Kitab Al-Wajiz fi Tajhizil Jinazah)&lt;br /&gt;Disalin oleh oryza dari Qiblati edisi 02 tahun 02&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-6754585219894293075?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/6754585219894293075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/sakaratul-maut-dan-khusnul-khatimah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/6754585219894293075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/6754585219894293075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/sakaratul-maut-dan-khusnul-khatimah.html' title='Sakaratul Maut dan Khusnul Khatimah'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-297313542170388392</id><published>2009-06-16T06:39:00.001+08:00</published><updated>2009-06-16T06:43:27.599+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Empat Pertanyaan di Padang Mahsyar</title><content type='html'>Setiap muslim wajib mengimani hari akhir atau hari Kiamat. Bahkan hal itu merupakan rukun iman yang kelima. Di dalam hadits-hadits shahih diterangkan bahwa setelah dunia ini hancur, manusia yang di dalam kubur dibangkitkan dan semua akan dikumpulkan oleh Allah di padang Mahsyar. Siapkah kita menghadapi peristiwa tersebut? Apa saja yang akan terjadi pada saat itu ?&lt;br /&gt;Pada saat itu manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Ta’ala tentang segala macam yang telah dilakukan selama hidup di dunia ini. Pada hari itu tidak berguna harta, anak, tidak bermanfaat apa yang dibanggakan selama di dunia ini. Pada hari itu hanya ada penguasa tunggal yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada manusia, kemudian Dia menyuruh menggunakan nikmat tersebut sebaik-baiknya dalam rangka mengabdi kepada-Nya. &lt;br /&gt;Karena Allah yang telah mengaruniakan nikmat-nikmat itu kepada manusia, maka sangatlah wajar apabila Ia menanyakan kepada manusia untuk apa nikmat-nikmat itu digunakan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits, Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju batas shiratul mustaqim) sehingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan , hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia habiskan dan badannya untuk apa ia gunakan” (Hadits Shahih Riwayat At Tirmidzi dan Ad Darimi)&lt;br /&gt;1. Umur &lt;br /&gt;Umur adalah sesuatu yang tidak pernah lepas dari manusia. Bila kita berbicara tentang umur, maka berarti kita berbicara tentang waktu. Allah dalam Al Qur’an telah bersumpah dengan waktu “Demi masa” maksudnya agar manusia lebih memperhatikan waktu. Waktu yang diberikan Allah adalah 24 jam dalam sehari-semalam. Untuk apa kita gunakan waktu itu? Apakah waktu itu untuk beribadah atau untuk yang lain-lain yang sia-sia? &lt;br /&gt;Diantara sebab-sebab kemunduran umat Islam ialah bahwa mereka tidak pandai menggunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat, sebagian besar waktunya untuk bergurau, bercanda, ngobrol tentang hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan terkadang membawa kepada perdebatan yng tidak berarti dan pertikaian. Sementara orang-orang kafir menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga mereka maju dalam berbagai bidang kehidupan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. &lt;br /&gt;Keadaan umat Islam saat ini sangat memprihatinkan. Ada diantara mereka yang tidak mengerti ajaran agamanya dan ada yang tidak mengerti ilmu pengetahuan umum. Bahkan ada di antara mereka yang buta huruf baca tulis Al Qur’an. Bila kita mau meningkatkan iman dan amal, maka seharusnyalah kita bertanya kepada diri masing-masing; sudah berapa umur kita hari ini?, dan apa yang sudah kita ketahui tentang Islam?, apa pula yang sudah kita amalkan dari ajaran Islam ini? Janganlah kita termasuk orang yang merugi. &lt;br /&gt;2. Ilmu&lt;br /&gt;Yang membedakan antara muslim dan kafir adalah ilmu dan amal. Orang muslim berbeda amaliahnya dengan orang kafir dalam segala hal, dari mulai kebersihan, berpakaian, berumah tangga, bermua’malah dan lain-lain. Seorang muslim diperintahkan oleh Allah dan RasulNya agar menuntut ilmu. Allah berfirman “Apakah sama orang yang tahu (berilmu) dengan yang tidak berilmu?” (QS. Az Zumar:9) &lt;br /&gt;Ayat ini kendatipun berbentuk pertanyaan tetapi mengandung perintah untuk menuntut ilmu. Menuntut ilmu agama hukumnya wajib atas setiap individu muslim, misalnya tentang membersihkan najis. Berwudhu yang benar, cara shalat yang benar dan hal-hal yang dilaksanakan setiap hari. Karena bila ia tidak tahu, maka amalannya akan tertolak , dan Allah akan bertanya kepadanya kenapa ia mengikuti apa yang tidak ia ketahui, seperti dalam firmanNya : Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya (QS. Al Isra’:36)&lt;br /&gt;Ilmu yang sudah dipelajari oleh umat islam harus digunakan untuk kepentingan Islam. Ilmu yang sudah dituntut dan dipelajari wajib diamalkan menurut syari’at Islam. Ilmu tidak akan berarti apa-apa dalam hidup dan kehidupan manusia kecuali bila manusia mengamalkannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Beramallah kamu (dengan ilmu yang ada) karena tiap-tiap orang dimudahkan menurut apa-apa yang Allah ciptakan atasnya” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;3. Harta&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Bagi tiap-tiap umat itu fitnah dan sesungguhnya fitnah ummatku adalah harta” (HR. At Tirmidzi dan Hakim) &lt;br /&gt;Harta pada hakikatnya adalah milik Allah. Harta adalah amanat Allah yang dilimpahkan kepada umat manusia agar dia mencari harta itu dengan halal, menggunakan harta itu pada tempat yang telah ditetapkan oleh syari’at islam. Bila kita amati keadaaan umat islam saat ini, banyak kita dapati diantara mereka yang tidak lagi peduli dengan cara mengumpulkan hartanya apakah dari jalan yang halal atau dari jalan yang haram. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah meramalkan hal ini dengan sabdanya “Nanti akan datang satu masa; di masa itu manusia tidak perduli dari mana harta itu ia peroleh, apakah dari yang halal ataukan dari yang haram” (HR. Al Bukhari). &lt;br /&gt;Setiap muslim harus hati-hati dalam mencari mata pencaharian hidupnya kerena banyak manusia yang terdesak masalah ekonomi lalu ia menjadi kalut hingga tidak perduli lagi harta itu dari mana ia peroleh. Ada yang memperoleh harta dari usaha-usaha yang batil, misalnya hutang tidak dibayar, korupsi, riba, merampok, berjudi dan lain sebagainya. Orang yang mencari usaha dari yang haram akan mendapat siksa dari Allah, seperti disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam : “Barangsiapa yang dagingnya tumbuh dari barang yang haram, maka Neraka itu lebih patut baginya (sebagi tempat).” (HR. Al Hakim) &lt;br /&gt;Harta yang kita dapat dengan cara yang halal harus pula kita infaqkan pada jalan yang benar pula. Bila tadi disebutkan bahwa harta itu milik Allah, maka wajib pula kita gunakan harta itu dalam rangka untuk menggakkan kalimat Allah di muka bumi ini. &lt;br /&gt;Di dalam Al Qur’an ada delapan golongan yang berhak mendapat zakat, yaitu para fuqara (orang fikir), masakin (orang miskin), amil (pengurus) zakat, Mua’llaf (orang yang baru masuk islam), untuk membebaskan budak, orang-orang yang berhutang, untuk perjuangan jalan Allah dan orang yang sedang dalam perjalanan. Di masa-masa sekarang ini ada beberapa kelompok yang masuk prioritas utama yang berhak mendapat infaq dan shadaqah, yaitu golongan fuqara, masakin dan orang yang di jalan Allah. &lt;br /&gt;Orang fakir adalah orang yang butuh tetapi tidak mempunyai pekerjaan sedangkan hidupnya digunakan untuk membantu agama Islam. Jadi orang fikir yang dibantu adalah orang yang memang hidupnya untuk berjuang di jalan Allah bukan pemalas yang tidak mau berusaha dan tidak melaksanakan syari’at Islam. Sedangkan orang miskin adalah orang yang berusaha tetapi usahanya hanya mencukupi kebutuhan minimalnya dalam keluarganya untuk makan sehari-hari.&lt;br /&gt;4. Badan&lt;br /&gt;Manusia merupakan mahkuk yang paling sempurna yang diciptakan Allah dimuka bumi ini. Dengan kesempurnaan susunan tubuh serta akal fikiran yang diberikan Allah, manusia dijadikan sebagai khalifah di bumi, manusia dibebani taklif agar dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Jasmani manusia ini dituntut bekerja untuk melaksanakan fungsi khilafah dalam rangka mengabdi kepada Allah. Letihnya manusia dalam malaksanakan ibadah kepada Allah akan diganjar dengan pahala. Tetapi bila letihnya dalam rangka bermain-main, mengerjakan maksiat, perbuatan sia-sia, beribadah dengan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka sia-sialah letihnya itu bahkan ada yang diganjar dengan api Neraka, karena mereka termasuk orang-orang yang celaka, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :”Tiap-tiap amal (pekerjaan) ada masa-masa semangat, dan tiap–tiap masa semangat ada masa lelahnya maka barangsiapa lelah letihnya karena melaksanakan sunnahku, maka ia telah mendapatkan petunjuk, dan barangsiapa lelah letihnya bukan karena melaksanakan sunnahku, maka dia termasuk orang yang binasa” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi). &lt;br /&gt;Demikianlah pada hari mahsyar masing-masing manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan yang telah dikerjakannya selama hidupnya di dunia. Sudah siapkah kita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan kepada kita pada saat itu? Kalau belum kapan lagi kita mempersipkan diri kalau tidak sekarang? &lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, Penguasa sekalian alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan atas nabi kita Muhammad, keluarganya dan para shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disalin dari Pamflet Siapkah Anda Menghadapi Empat Pertanyaan di Padang Mahsyar? oleh Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas, Diterbitkan oleh Islamic Cultural Center Dammam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-297313542170388392?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/297313542170388392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/empat-pertanyaan-di-padang-mahsyar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/297313542170388392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/297313542170388392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/empat-pertanyaan-di-padang-mahsyar.html' title='Empat Pertanyaan di Padang Mahsyar'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-6592472758978779533</id><published>2009-06-16T06:36:00.001+08:00</published><updated>2009-06-16T06:38:27.275+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Terapi Rasulullah Dalam Penyembuhan Penyakit Al-Isyq (Cinta)</title><content type='html'>Mukaddimah&lt;br /&gt;Virus hati yang bernama cinta ternyata telah banyak memakan korban. Mungkin anda pernah mendengar seorang remaja yang nekat bunuh diri disebabkan putus cinta, atau tertolak cintanya. Atau anda pernah mendengar kisah Qeis yang tergila-gila kepada Laila. Kisah cinta yang bermula sejak mereka bersama mengembala domba ketika kecil hingga dewasa. Akhirnya sungguh tragis, Qeis benar-benar menjadi gila ketika laila dipersunting oleh pria lain. Apakah anda pernah mengalami problema seperti ini atau sedang mengalaminya? mau tau terapinya? Mari sama-sama kita simak terapi mujarab yang disampaikan Ibnu Qoyyim dalam karya besarnya Zadul Ma’ad.&lt;br /&gt;Beliau berkata : Gejolak cinta adalah jenis penyakit hati yang memerlukan penanganan khusus disebabkan perbedaannya dengan jenis penyakit lain dari segi bentuk, sebab maupun terapinya. Jika telah menggerogoti kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit bagi para dokter mencarikan obat penawarnya dan penderitanya sulit disembuhkan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Allah mengkisahkan penyakit ini di dalam Al-Quran tentang dua tipe manusia, pertama wanita dan kedua kaum homoseks yang cinta kepada mardan (anak laki-laki yang rupawan). Allah mengkisahkan bagaimana penyakit ini telah menyerang istri Al-Aziz gubernur Mesir yang mencintai Nabi Yusuf, dan menimpa Kaum Luth. Allah mengkisahkan kedatangan para malaikat ke negeri Luth &lt;br /&gt;Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina “.Mereka berkata: “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?” Luth berkata: “Inilah puteri-puteri (negeri) ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”. (Allah berfirman): “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”. [Al-Hijr: 68-72]&lt;br /&gt;KEBOHONGAN KISAH CINTA NABI DENGAN ZAINAB BINTI JAHSY&lt;br /&gt;Ada sekelompok orang yang tidak tahu menempatkan kedudukan Rasul sebagaimana layaknya, beranggapan bahwa Rasulullah tak luput dari penyakit ini sebabnya yaitu tatkala beliau melihat Zaenab binti Jahsy sambil berkata kagum: Maha Suci Rabb yang membolak-balik hati, sejak itu Zaenab mendapat tempat khusus di dalam hati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, oleh karena itu Beliau berkata kepada Zaid bin Haritsah: Tahanlah ia di sisimu hingga Allah menurunkan ayat:&lt;br /&gt;“Artinya : Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan ni`mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni`mat kepadanya : “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu’min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi” [Al-Ahzab :37] [1]&lt;br /&gt;Sebagain orang beranggapan ayat ini turun berkenaan kisah kasmaran Nabi, bahkan sebagian penulis mengarang buku khusus mengenai kisah kasmaran para Nabi dan meyebutkan kisah Nabi ini di dalamnya. Hal ini terjadi akibat kejahilannya terhadap Al-Quran dan kedudukan para Rasul, hingga ia memaksakan kandungan ayat apa-apa yang tidak layak dikandungnya dan menisbatkan kepada Rasulullah suatu perbuatan yang Allah menjauhkannya dari diri Beliau .&lt;br /&gt;Kisah sebenarnya, bahwa Zainab binti Jahsy adalah istri Zaid ibn Harisah .–bekas budak Rasulullah– yang diangkatnya sebagai anak dan dipanggil dengan Zaid ibn Muhammad. Zainab merasa lebih tinggi dibandingkan Zaid. Oleh Sebab itu Zaid ingin menceraikannya. Zaid datang menemui Rasulullah minta saran untuk menceraikannya, maka Rasulullah menasehatinya agar tetap memegang Zainab, sementara Beliau tahu bahwa Zainab akan dinikahinya jika dicerai Zaid. Beliau takut akan cemoohan orang jika mengawini wanita bekas istri anak angkatnya. Inilah yang disembunyikan Nabi dalam dirinya, dan rasa takut inilah yang tejadi dalam dirinya. Oleh karena itu di dalam ayat Allah menyebutkan karunia yang dilimpahkanNya kepada Beliau dan tidak mencelanya karena hal tersebut sambil menasehatinya agar tidak perlu takut kepada manusia dalam hal-hal yang memang Allah halalkan baginya sebab Allah-lah yang seharusnya ditakutinya. Jangan Sampai beliau takut berbuat sesuatu hal yang Allah halalkan karena takut gunjingan manusia, setelah itu Allah memberitahukannya bahwa Allah langsung yang akan menikahkannya setelah Zaid menceraikan istrinya agar Beliau menjadi contoh bagi umatnya mengenai kebolehan menikahi bekas istri anak angkat, adapun menikahi bekas istri anak kandung maka hal ini terlarang.sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;“Artinya : Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu” [Al-Ahzab: 40]&lt;br /&gt;Allah berfirman di pangkal surat ini:&lt;br /&gt;“Artinya : Dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja” [Al-Ahzab : 4]&lt;br /&gt;Perhatikanlah bagaiamana pembelaan terhadap Rasulullah ini, dan bantahan terhadap orang-orang yang mencelanya. Wabillahi at-Taufiq.&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri bahwa Rasulullah sangat mencintai istri-istrinya. Aisyah adalah istri yang paling dicintainya, namun kecintaannya kepada Aisyah dan kepada lainnya tidak dapat menyamai cintanya tertinggi, yakni cinta kepada Rabbnya. Dalam hadis shahih:&lt;br /&gt;“Artinya : Andaikata aku dibolehkan mengambil seorang kekasih dari salah seorang penduduk bumi maka aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasih”[2]&lt;br /&gt;KRITERIA MANUSIA YANG BERPOTENSI TERJANGKIT PENYAKIT AL-ISYQ&lt;br /&gt;Penyakit al-isyq akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahbbah (cinta) kepada Allah, selalu berpaling dariNya dan dipenuhi kecintaan kepada selainNya. Hati yang penuh cinta kepada Allah dan rindu bertemu dengaanNya pasti akan kebal terhadap serangan virus ini, sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf alaihis salam:&lt;br /&gt;“Artinya ; Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih” [Yusuf : 24]&lt;br /&gt;Nyatalah bahwa Ikhlas merupakan immunisasi manjur yang dapat menolak virus ini dengan berbagai dampak negatifnya berupa perbuatan jelek dan keji.Artinya memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu .&lt;br /&gt;Berkata ulama Salaf: penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang dicinta dan dipujanya. Allah berfirman mengenai Ibu Nabi Musa:&lt;br /&gt;“Artinya ; Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya” [Al-Qasas :11]&lt;br /&gt;Yakni kosong dari segala sesuatu kecuali Musa karena sangat cintanya kepada&lt;br /&gt;Musa dan bergantungnya hatinya kepada Musa.&lt;br /&gt;BAGAIMANA VIRUS INI BISA BERJANGKIT ?&lt;br /&gt;Penyakit al-isyq terjadi dengan dua sebab, Pertama : Karena mengganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua: perasaan ingin memiliki apa yang dicintainya. Jika salah satu dari dua faktor ini tiada niscaya virus tidak akan berjangkit. Walaupun Penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya, namun solusi yang diberikan belum mengena.&lt;br /&gt;MAKHLUK DICIPTAKAN SALING MENCARI YANG SESUAI DENGANNYA&lt;br /&gt;Berkata Ibn al-Qayyim: ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmahNya menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yang sesuai dengannya, secara fitrrah saling tertarik dengan jenisnya, sebaliknya akan menjauh dari yang berbeda dengannya.&lt;br /&gt;Rahasia adanya percampuran dan kesesuaian di alam ruh akan mengakibatkan adanya keserasian serta kesamaan, sebagaimana adanya perbedaan di alam ruh akan berakibat tidak adanya keserasian dan kesesuaian. Dengan cara inilah&lt;br /&gt;tegaknya urusan manusia. Allah befirman:&lt;br /&gt;“Artinya : Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya” [Al-A'raf :189]&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah menjadikan sebab perasaan tentram dan senang seorang lelaki terhadap pasangannya karena berasal dari jenis dan bentuknya. Jelaslah faktor pendorong cinta tidak bergantung dengan kecantikan rupa, dan tidak pula karena adanya kesamaan dalam tujuan dan keingginan, kesamaan bentuk dan dalam mendapat petunjuk, walaupun tidak dipungkiri bahwa hal-hal ini merupakan salah satu penyebab ketenangan dan timbulnya cinta.&lt;br /&gt;Nabi pernah mengatakan dalam sebuah hadisnya:&lt;br /&gt;“Artinya : Ruh-ruh itu ibarat tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih “[3]&lt;br /&gt;Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa asbabul wurud hadis ini yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yang selalu membuat orang tertawa hijrah ke Madinah ternyata dia tinggal dan bergaul dengan wanita yang sifatnya sama sepertinya yaitu senang membuat orang tertawa. Karena itulah nabi mengucapkan hadis ini.&lt;br /&gt;Karena itulah syariat Allah akan menghukumi sesuatu menurut jenisnya, mustahil syariat menghukumi dua hal yang sama dengan perlakuan perbeda atau mengumpulkan dua hal yang kontradiktif. Barang siapa yang berpendapat lain maka jelaslah karena minimnya ilmu pengetahuannya terhadap syariat ini atau kurang memahami kaedah persamaan dan sebaliknya.&lt;br /&gt;Penerapan kaedah ini tidak saja berlaku di dunia lebih dari itu akan diterapkan pula di akhirat, Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Artinya : (kepada malaikat diperintahkan): Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah” [As-Shaffat : 23]&lt;br /&gt;Umar ibn Khtaab dan seteelahnya Imam Ahmad pernah berkata mengenai tafsiran wajahum yakni yang sesuai dan mirip dengannya .Allah juga berfirman&lt;br /&gt;“Artinya : Dan apabila jiwa dipertemukan” [At-Takwir : 7]&lt;br /&gt;Yakni setiap orang akan digiring dengan orang-orang yang sama prilakunya dengannya, Allah akan menggiring antara orang-orang yang saling mencintai kareNya di dalam surga dan akan menggiring orang orang yang saling bekasih-kasihan diatas jalan syetan di neraka Jahim, tiap oran akan digiring dengan siapa yang dicintainya mau tidak mau. Di dalam mustadrak Al-Hakim disebukan bahwa Nabi bersabda:&lt;br /&gt;“Artinya : Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali akan digiring bersama mereka kelak” [4]&lt;br /&gt;[Diterjemahkan oleh : Ustadz Ahmad Ridwan,Lc (Abu Fairuz Al-Medani), Dari kitab : Zadul Ma'ad Fi Hadyi Khairi Ibad, Juz 4, halaman 265-274, Penulis Ibnu Qayyim Al-Jauziah]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Ini berita batil yang diriwayatkan oleh Ibn Sa’ad dalam at-Tabaqat/101-102, dan al-Hakim 3/23 dari jalan Muhammad ibn Umar al Waqidi seorang yang Matruk (ditinggalkan)– dan sebagian menggapnya sebagai pemalsu hadis, dari Muhakmmad ibn Yahya ibn Hibban–seorang yang siqah –namun riwayat yang diriwayatkannya dari Nabi sekuruhnya mursal. Kebatilah riwayat ini telah diterangkan oleh para ulama almuhaqqiqin. Mereka berkata: Penukil riwayat ini dan yang menggunakan ayat ini sebagai dalil terhadap prasangka buruk mereka mengenai Rasulullah sebenranya tidak meletetakkan kedudukan kenabian Rasulullah sebagaimana layaknya, dan tidak mengerti makna kemaksuman Beliau. Sesungguhnya yang disembunayikan Nabi di dalam dirinya dan belakangan Allah nampakkan adalah berita yang Allah sampaikan padanya bahwa kelak Zaenab akan menjadi istrinya. Faktor yang membuat nabi menyembunyikan berita ini tidak lain disebabkan perasaan takut beliau terhadap perkataan orang bahwa Beliau tega menikahi istri anak angkatnya . Sebenarnya dengan kisah ini Allah ingin membatakan tadisi jahiliyyah ini dalam hal adopsi , yaitu dengan menikahkan Rasulullah dengan istri anak angkatnya. Peristiwa yang terjadi dengan Rasulullah ini sebagai pemimpin manusia akan lebih diterima dan mengena di hati mereka.. Lihat Ahkam Alquran 3/1530,1532 karya Ibn Arabi dan Fathul Bari 8/303, Ibn Kastir 3/492, dan Ruhul Ma’ani 22/24-25.&lt;br /&gt;[2]. Hadis diriwayatkan oleh Bukhari 7/15 dalam bab fadhail sahabat Nabi, dari jalan Abdullah ibn Abbas, dan diriwayatkan oleh Imam Muslim (2384) dalam Fadail Sahabat, bab keutamaan Abu Bakar, dari jalan Abdullah ibn Masud, dan keduanya sepakat meriwayatkan dari jalan Abu Sa’id al-khudri.&lt;br /&gt;[3]. Hadis Riwayt Bukhari 7/267dari hadis Aisyah secara muallaq, dan Muslim (2638) dari jalan Abu Hurairah secara mausul&lt;br /&gt;[4]. Diriwayatkan oleh Ahmad 6/145, 160, dan an-Nasai dari jalan Aisyah Bahwa Rasulullah Saw bersabda: Aku bersumpah terhadap tiga hal, Allah tidak akan menjadikan orang-orang yang memiliki saham dalam Islam sama dengan orang yang tidak memiliki saham, saham itu yakni: Sholat, puasa dan zakat. Tidak lah Allah mengangkat seseorang di dunia, kemudain ada selainNya yang dapat mengankat (derajatnya) di hari kiamat. Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali kelak Allah akan menggumpulkannya bersama (di akhirat). Kalau boleh aku bersumpat terhadap yang keempat dan kuharap aku tiodak berdosa dalam hal ini yaitu tidaklah seseorang memberi pakaian kepada orang lain (untuk menutupi auratnya) kecuali Allah akn memberikannya pakaian penutup di hari kiamat. Para perawi hadis ini stiqah kecuali Syaibahal-khudri (di dalam Musnad di tulis keliru dengan al-isyq-hadromi). Dia meriwayatkan dari Urwah, dan dia tidak di tsiqahkan kecuali oleh Ibn Hibban, namun ada syahidnya dari hadist Ibn Masud dari jalur Abu Yala, dan Thabrani dari jalur Abu Umamah, dengan kedua jalan ini hadis ini menjadi sahih.&lt;br /&gt;Sumber : Almanhaj.or.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-6592472758978779533?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/6592472758978779533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/terapi-rasulullah-dalam-penyembuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/6592472758978779533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/6592472758978779533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/terapi-rasulullah-dalam-penyembuhan.html' title='Terapi Rasulullah Dalam Penyembuhan Penyakit Al-Isyq (Cinta)'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-3322525346224660342</id><published>2009-06-14T15:24:00.003+08:00</published><updated>2009-06-15T23:38:25.407+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Birrul Walidain (Berbakti kepada Kedua Orangtua)</title><content type='html'>Pengertian Tentang Berbuat Baik Dan Durhaka&lt;br /&gt;Menurut lughoh (bahasa), Al-Ihsan berasal dari kata ahsana-yuhsinu-ihsanan. Sedangkan yang dimaksud dengan ihsan dalam pembahasan ini adalah berbakti kepada kedua orang tua yaitu menyampaikan setiap kebaikan kepada keduanya semampu kita dan bila memungkinkan mencegah gangguan terhadapa keduanya. Menurut Ibnu Athiyah, kita wajib juga mentaati keduanya dalam hal-hal yang mubah, harus mengikuti apa-apa yang diperintahkan keduanya dan menjauhi apa-apa yang dilarang.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedang ‘uquq artinya memotong (seperti halnya aqiqah yaitu memotong kambing). ‘Uququl Walidain adalah gangguan yang ditimbulkan seorang anak terhadap kedua orang tuanya baik berupa perkataan maupun perbuatan. Contoh gangguan dari seorang anak kepada kedua orang tuanya yang berupa perkataan yaitu dengan mengatakan ‘ah’ atau ‘cis’, berkata dengan kalimat yang keras atau menyakitkan hati, menggertak, mencaci dan yang lainnya. Sedangkan yang berupa perbuatan adalah berlaku kasar seperti memukul dengan tangan atau kaki bila orang tua menginginkan sesuatu atau menyuruh untuk memenuhi keinginannya, membenci, tidak memperdulikan, tidak bersilaturrahmi atau tidak memberikan nafkah kepada kedua orang tuanya yang miskin.&lt;br /&gt;Penulis mengangkat tema ini, karena banyak sekali di masyarakat anak-anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, tidak menghargai orang tua, melecehkan orang tua, bahkan ada yang mencaci maki dan memukul orang tuanya, na’udzubillah min dzalik. Padahal, apabila ‘Si Anak’ ini menyadari, orang tua lah yang melahirkan, mengurus, memberikan nafkah, mendidik dan membesarkan dia sampai dia dewasa, karena itu kewajiban ‘Si Anak’ adalah taat kepada orang tua dan harus memenuhi hak orang tua dengan mematuhi perintah dan taat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bahasan tentang berbakti kepada kedua orang tua adalah pembahasan yang amat penting setelah masalah tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Banyak hak yang harus dipenuhi oleh manusia, pertama hak Allah Subhanahu wa Ta’ala, kedua hak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ketiga adalah hak kedua orang tua kemudian hak-hak lainnya.&lt;br /&gt;Hak Allah Subhanahu wa Ta’ala yang harus dipenuhi oleh hamba-hambaNya adalah mentauhidkanNya, beribadah kepadaNya dan meninggalkan segala bentuk keyakinan, perkataan dan perbuatan syirik. Dari Mua’dz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu.&lt;br /&gt;“Artinya : Aku pernah dibonceng Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diatas seekor keledai, lalu beliau bersabda kepadaku, “Hai Mua’dz, tahukah kamu apa hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hambaNya dan apa hak para hamba yang pasti dipenuhi Allah ?” Aku menjawab, “Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui”. Beliaupun bersabda , “Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hambanya ialah supaya mereka beribadah kepadaNya saja dan tidak berbuat syirik sedikitpun kepadaNya, sedangkan hak para hamba yang pasti dipenuhi Allah adalah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak berbuat syirik sedikitpun kepadaNya” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]&lt;br /&gt;Hak-hak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang harus dipenuhi oleh umat Islam adalah taat kepadanya, menjauhkan semua larangannya dan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mengikuti (ittiba’) yang dicontohkannya. Karena beliau diutus untuk ditaati dan diteladani.&lt;br /&gt;“Artinya : Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Ali Imran : 31]&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” [Al-Ahzab : 21]&lt;br /&gt;Islam juga sangat memperhatikan hak-hak orang tua dan kerabat, sehingga kita ditekankan untuk mengamalkannya dengan baik terutama hak-hak orang tua, karena mereka telah melahirkan, mengasuh, mendidik dan membesarkan kita sehingga kita menjadi manusia yang berguna. Oleh karena itu kita wajib berbakti kepada kedua orang tua degan cara mentaati, menghormati, mencintai, menyayangi, membahagiakan serta mendo’akan keduanya ketika keduanya masih hidup maupun sudah meninggal dunia.&lt;br /&gt;Taat kepada kedua orang tua adalah hak orang tua atas anak sesuai dengan perintah Allah dan RasulNya selama keduanya tidak memerintahkan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan dan syari’at Allah dan RasulNya. Rasulullahn Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;“Artinya : Tidak boleh taat kepada seseorang dalam berbuat maksiat kepada Allah” [Hadits Riwayat Ahmad]&lt;br /&gt;Sebaliknya, kita juga dilarang durhaka kepada kedua orang tua karena hal itu termasuk dosa besar yang paling besar. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa seseorang tidak masuk surga bila durhaka kepada kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;“Artinya : Tidak masuk surga orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikan (menyebut-nyebut kebaikan yang sudah diberikan), anak yang durhaka dan pecandu khamr” [Hadits Riwayat Nasa'i adri Abdullah bin Amr pada Shahih Jami'us Shaghir No. 7676]&lt;br /&gt;Akhirnya, penulis memohon kepada Allah Yang Maha Mulia dan Maha Kuasa semoga tulisan ini bermanfaat untuk penulis sendiri dan kaum muslimin, menjadi amal shalih bagi penulis dan kedua orang tua penulis serta menjadi amal yang ikhlas karena Allah Rabbul ‘alamin semata.&lt;br /&gt;Alhamdulillahirabbil ‘alamin&lt;br /&gt;Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-3322525346224660342?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/3322525346224660342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/birrul-walidain-berbakti-kepada-kedua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/3322525346224660342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/3322525346224660342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/birrul-walidain-berbakti-kepada-kedua.html' title='Birrul Walidain (Berbakti kepada Kedua Orangtua)'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-683841950202503374</id><published>2009-06-14T15:11:00.003+08:00</published><updated>2009-06-18T17:15:03.937+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Mengapa Harus Tauhid</title><content type='html'>Melihat kondisi umat Islam yang kian hari makin memprihatinkan, muncullah pertanyaan bagi mereka yang punya semangat berdakwah, “Apa yang mesti didakwahkan?”&lt;br /&gt;Jawabannya ternyata beragam. Ada yang memulai dengan ingin menegakkan pemerintahan Islami, kemudian terjun ke politik atau menyerukan penegakan hukum Islam dengan turun ke jalan-jalan. Ada lagi yang berpindah-pindah dari masjid ke masjid, yang katanya bertujuan untuk amar ma’ruf nahi munkar. Namun, umumnya mereka semua menghindari masalah pemurnian akidah, sebab dianggap akan merintangi dakwah dan mengganggu persatuan umat.&lt;br /&gt;MISI DAKWAH SEMUA RASUL&lt;br /&gt;Jika kita mau menengok Al Quran, dalam surat Al A’raf saja akan terdapat beberapa ayat yang menyebutkan tentang misi dakwah para rasul. Di antaranya, “Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata, ‘Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).’” (Al A’raf: 59)&lt;br /&gt;“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata, ‘Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?’” (Al A’raf: 65)&lt;br /&gt;“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu’aib. la berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya.’” (Al A’raf: 85)&lt;br /&gt;Perhatikanlah, sekalipun umat para rasul itu berbeda-beda dan beragam pula permasalahnnya, akan tetapi dakwah kepada tauhid ini tetap menjadi dasar yang paling penting, baik yang mereka hadapi masalah ekonomi seperti kaum Madyan atau masalah politik. Karena mereka (umat tersebut) waktu itu tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan Allah.&lt;br /&gt;RASULULLAH DAN TAUHID&lt;br /&gt;Rasulullah sebagai panutan kita memberikan teladan mengenai bagaimana pentingnya perkara tauhid bagi umatnya. Terbukti dalam perjalanan hidupnya, beliau tak henti-henti memerhatikan dan mendakwahkan masalah ini.&lt;br /&gt;Berkata Syeikh Mubarak Al-Maili “Nabi tidak henti-hentinya melarang manusia menjadikan patung-patung sebagai sekutu-sekutu bagi Allah, padahal beliau sendiri (di Mekah). Beliau tidak pernah melalaikan dakwah tauhid walaupun diboikot oleh beberapa kabilah suku Quraisy selama 3 tahun hingga mengalami kesulitan hidup.&lt;br /&gt;Beliau tidak pernah melupakannya sekalipun sedang bersembunyi dari kejaran musuh yang berusaha keras mencarinya. Beliau tidak pernah berhenti membicarakan tauhid walaupun beliau telah memperoleh kemenangan di Madinah dan di antara para pembelanya.&lt;br /&gt;Beliau tidak pernah berhenti menyelami dan membahasnya sekalipun kota Mekah telah dibuka dan ditundukkan. Beliau tidak lalai darinya mestipun sibuk berjihad, menyerang musuh, kemudian meraih kemenangan.&lt;br /&gt;Beliau tidak mencukupkan dengan hanya mengajak dan meminta baiat para pengikutnya untuk tetap berjihad, tetapi lebih dari itu beliau mengingatkan mereka untuk mengembalikan kehormatan baiat tersebut dengan berjalan di atas tauhid dan menghapus kesyirikan. Inilah kisah perjalanan hidup yang ditempuh oleh beliau yang terekam dalam sejarah dan benar-benar merupakan kenyataan…”&lt;br /&gt;YANG PERTAMA KALI DIDAKWAHKAN&lt;br /&gt;Rasulullah juga memberikan petunjuk kepada para juru dakwah agar tauhid menjadi prioritas utama. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa tauhid merupakan kunci dakwah para rasul. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Muadz, Rasulullah bersabda kepada Mu’adz tatkala mengutusnya ke Yaman, “Sesungguhnya kamu akan mendatangi kaum ahli kitab, maka hendaknya dakwah pertama kali yang kamu sampaikan kepada mereka ialah syahadat “laa illaaha illallah” Dalam riwayat lain disebutkan, “Supaya mereka mentauhidkan Allah.” Jika mereka telah mematuhi apa yang kamu dakwahkan itu, maka sampaikanlah bahwa Allah mewajibkan kepada mereka salat lima waktu sehari semalam. Jika mereka telah mematuhi apa yang telah kamu sampaikan itu, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka zakat yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka untuk diberikan kepada orang-orang fakir. Jika mereka telah mematuhi apa yang kamu sampaikan itu, maka jauhkanlah dirimu dari harta pilihan (yang baik-baik) mereka; dan jagalah dirimu dari doa orang yang teraniaya, karena sesungguhnya tiada suatu penghalang pun antara doanya dengan Allah.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jangan sampai cahaya tauhid ini menjadi padam, lantaran adanya anggapan bahwa tauhid telah bersemayam di hati setiap manusia. Cobalah perhatikan bagaimana Nabi Ibrahim, pemimpin orang-orang yang bertauhid, berdoa agar tidak jatuh dalam kesyirikan!&lt;br /&gt;Inilah doanya, “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata,”Ya Rabbku, jadikanlah negri ini (Mekah), negri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ya Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia.” (Ibrahim: 35-36)&lt;br /&gt;Berkata Mughirah bin Miqsam, “Pernah Ibrahim At-Taimi berkata, ‘Siapakah orang yang merasa aman dari bencana terjatuh kepada syirik setelah Khalilullah Ibrahim, yang berkata, ‘Jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala?’” (Riwayat Ibnu Jarir di dalam Tafsir-nya)&lt;br /&gt;Untuk itulah, sebagai seorang muslim yang baik kita seharusnya mencontoh Nabi baik dalam masalah dakwah maupun masalah lainnya. Bukannya mencari cara lain yang belum teruji keberhasilannya.&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Abdul Malik bin Ahmad Ramdhani, Sittu Duror (Landasan Membangun Jalan Selamat), Cet. I, Media Hidayah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-683841950202503374?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/683841950202503374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/mengapa-harus-tauhid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/683841950202503374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/683841950202503374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/mengapa-harus-tauhid.html' title='Mengapa Harus Tauhid'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-6270426639019785347</id><published>2009-06-10T16:46:00.003+08:00</published><updated>2009-06-18T17:06:16.632+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>PERFORMANCE APPRAISAL</title><content type='html'>PERFORMANCE APPRAISAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * DISKUSI TERBUKA tentang KINERJA karyawan dengan menggunakan KERANGKA/ACUAN yang disepakati dan sudah dipahami&lt;br /&gt;    * Fokus: HASIL KERJA dan TINGKAH LAKU, bukan sifat pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAL YANG DIBICARAKAN DALAM MEETING PA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tugas-tugas yang berhasil diselesaikan dengan baik&lt;br /&gt;    * Tugas-tugas yang gagal diselesaikan atau tidak memenuhi target&lt;br /&gt;    * Berikan umpan balik tentang kinerja keseluruhan&lt;br /&gt;    * Bicarakan hal-hal yang perlu dikembangkan&lt;br /&gt;    * Tentukan target pada penilaian yang akan datang&lt;br /&gt;    * Tanyakan dukungan apa yang dibutuhkan bawahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K E N D A L A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Universalitas Sistem Metoda PA&lt;br /&gt;    * Pengaburan Makna PA&lt;br /&gt;    * Penggunaan PA secara kurang etis&lt;br /&gt;    * Hal-hal yang dikhawatirkan pada PA&lt;br /&gt;    * Kesalahan-kesalahan yang umum terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSEPSI NEGATIF MENGENAI PA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * PA adalah ancaman bagi karyawan yang kinerjanya dibawah target. (melukai harga diri,kemungkinan kehilangan pekerjaan. Karyawan kategori ini bersikap defensif terhadap umpan balik.)&lt;br /&gt;    * PA adalah ancaman bagi atasan (khawatir mendapat penilaian negatif dari bawahan, kesulitan untuk berganti peran sebagai teman, coach dan penilai.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESALAHAN YANG UMUM TERJADI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * HALLO EFFECT :&lt;br /&gt;          o pengaruh kesan sebelumnya (positif atau negatif) yang mendistorsikan mendistorsikan penilaian keseluruhan&lt;br /&gt;    * STRICTNESS-LENIENCY EFFECT :&lt;br /&gt;          o Kecenderungan ‘murah nilai’ dan ‘mahal nilai’&lt;br /&gt;    * CENTRAL TENDENCY EFFECT :&lt;br /&gt;          o Kecenderungan menilai rata-rata&lt;br /&gt;    * SEQUENCING EFFECT :&lt;br /&gt;          o Penilaian terhadap individu banyak dipengaruhi oleh penilaian terhadap individu sebelumnya.&lt;br /&gt;    * RECENCY EFFECT :&lt;br /&gt;          o Penilaian ditentukan oleh kejadian-kejadian menjelang ‘saat’ penilaian bukan merupakan penjumlahan dari hasil kerja sepanjang periode penilaian.&lt;br /&gt;    * MASALAH ZERO-SUM :&lt;br /&gt;          o kesalahan yang diakibatkan oleh sistem penilaian dengan kurva normal.&lt;br /&gt;    * BIASED SUBJECTIVE EVALUATION :&lt;br /&gt;          o Iba-benci, suka-tidak suka&lt;br /&gt;          o Kecocokan pribadi&lt;br /&gt;          o Gender&lt;br /&gt;          o Keterlibatan di dalam proses seleksi / promosi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBERHASILAN implementasi PA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * SISTEM PA&lt;br /&gt;          o Relevan dengan job&lt;br /&gt;          o Praktis&lt;br /&gt;          o Disepakati bersama&lt;br /&gt;    * PROSES&lt;br /&gt;          o Sinambung&lt;br /&gt;          o Setiap saat&lt;br /&gt;    * PRINSIP DASAR&lt;br /&gt;          o pengembangan&lt;br /&gt;    * KETERAMPILAN PENILAI&lt;br /&gt;          o objektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERFORMANCE EVALUATION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT UNTUK MENJADI PENILAI YANG ANDAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mengenal tugas dan tanggung jawab bawahan&lt;br /&gt;    * Mempunyai data yang akurat tentang kinerja masing-masing bawahan&lt;br /&gt;    * Mempunyai ‘standar’ yang digunakan untuk menilai kinerja bawahan (Role Playing &amp; Behavior Modelling)&lt;br /&gt;    * Dapat mengkomunikasikan penilaiannya kepada bawahan (Role Playing &amp; Behavior Modelling)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASPEK YANG DINILAI DISESUAIKAN DENGAN JOB &amp; TUJUAN PENILAIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * OUTCOMES (Hasil kerja)&lt;br /&gt;    * BEHAVIOR (Aktivitas yang dilakukan untuk mencapai outcomes tersebut diatas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA PENDEKATAN DAN METODA PENILAIAN KINERJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODA RATING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Paling tua dan paling banyak dipakai&lt;br /&gt;    * Menggunakan skala dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi :&lt;br /&gt;          o a) Diskret&lt;br /&gt;          o b) Kontinue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Metoda Rating yang Kontinue&lt;br /&gt;Aspek yang dinilai: Pengetahuan tentang pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Baik sekali (81 - 100): Hafal tempat penyimpanan semua barang dan jumlah stock untuk setiap jenis barang.&lt;br /&gt;    * Baik (61 - 80): hafal tempat penyimpanan dan jumlah stock sebagian besar (75%) barang.&lt;br /&gt;    * Cukup (41 - 60): Hafal tempat penyimpanan dan jumlah stock barang-barang yang sering dikeluarkan.&lt;br /&gt;    * Kurang (1 - 20): Hafal tempat penyimpanan barang-barang yang sering dikeluarkan, tetapi tidak tahu stocknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODA CRITICAL INSIDENT METODA CRITICAL INSIDENT&lt;br /&gt;Catatan tentang setiap kejadian-performance karyawan yang menonjol, (positif atau negatif) lengkap dengan tanggal kejadiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODE RANKING &amp; POINT ALLOCATION&lt;br /&gt;Karyawan diurutkan dari yang kinerjanya paling baik sampai dengan yang kinerjanya dibawah target&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODE PAIRED COMPARISON&lt;br /&gt;Setiap karyawan dibandingkan berulang kali dengan karyawan lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELEBIHAN - KEKURANGAN METODE RANKING &amp; POINT ALLOCATION DAN METODE PAIRED COMPARISON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * KELEBIHAN:&lt;br /&gt;          o Menunjukkan keurutan&lt;br /&gt;          o Ekonomis, mudah dilakukan&lt;br /&gt;    * KEKURANGAN :&lt;br /&gt;          o Kurang bisa memberikan gambaran spesifik tentang hal-hal yang perlu dikembangkan&lt;br /&gt;          o Faktor Subyektifitas tinggi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-6270426639019785347?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/6270426639019785347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/performance-appraisal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/6270426639019785347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/6270426639019785347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/performance-appraisal.html' title='PERFORMANCE APPRAISAL'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-5722789701226670984</id><published>2009-06-10T16:44:00.002+08:00</published><updated>2009-06-13T14:51:19.811+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>PERFORMANCE APPRAISAL: Fokus, kriteria dan atribut</title><content type='html'>Penilaian unjuk kerja: bagian pertama dari lima sub bahasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOKUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Appraisal Officer (penilai) yang baik akan memfokuskan penilaiannya kepada hasil unjuk kerja, bukan kepada karakteristik perilaku individu. Karakteristik seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * loyalitas&lt;br /&gt;    * keinginan untuk tidak menyalahgunakan kepercayaan&lt;br /&gt;    * integritas&lt;br /&gt;    * tabah, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cenderung menjadi bias, sulit diargumentasikan, dan tidak berguna bila diberikan sebagai umpan balik.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;KRITERIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Profesional di bidang Human Resources Management telah mengidentifikasi 6 kriteria yang secara umum digunakan ketika membuat penilaian terhadap unjuk kerja seseorang, yaitu :&lt;br /&gt;   2. Kualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sejauh mana proses dan hasil kerja mendekati kesempurnaan. Artinya, kemampuan dalam melakukan aktivitas sesuai dengan cara yang ideal dan realisasi hasil kerja persis seperti yang diharapkan.&lt;br /&gt;   3. Kuantitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Berkenaan dengan jumlah produksi (dapat dinilai ke dalam sejumlah uang tertentu), jumlah unit dan jumlah siklus aktivitas.&lt;br /&gt;   4. Kecepatan Berespon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sejauh mana suatu aktivitas pekerjaan dapat diselesaikan atau suatu output produksi dapat direalisasikan dengan mempertimbangkan waktu yang digunakan pekerja (dimana waktu tersebut juga dapat digunakan untuk aktivitas pekerjaan lainnya). Juga dengan mempertimbangkan bagaimana koordinasinya dengan output produksi yang berhubungan.&lt;br /&gt;   5. Efisiensi Biaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sejauh mana sumber daya yang dimiliki organisasi (orang, kapital, teknologi, material) telah digunakan secara maksimal. Artinya, memperoleh hasil setinggi-tingginya dengan menggunakan biaya serendah mungkin untuk setiap unit dan juga untuk setiap penggunaan sumber daya.&lt;br /&gt;   6. Kontrol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sejauh mana seorang pegawai dapat menjalankan tugas/pekerjaannya tanpa perlu kontrol dari orang lain atau tanpa perlu intervensi orang lain untuk menghindari hasil yang tidak diharapkan.&lt;br /&gt;   7. Pengaruh Hubungan Interpersonal (Interpersonal Impact)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sejauh mana seorang pekerja dapat memperlihatkan self esteem, perhatian, dan kerjasama dengan bawahan dan rekan sejawat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KASOCs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa atribut penilaian yang sering digunakan dalam penilaian unjuk kerja adalah Knowledge, Ability, Skill, dan Other Characteristics (KASOCs) dengan definisi sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Knowledge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pengetahuan yang terorganisir, informasi, biasanya mengikuti prosedur tertentu, dan fakta yang dapat langsung diaplikasikan untuk mencapai suatu fungsi tertentu.&lt;br /&gt;   2. Ability&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kompetensi yang diperlihatkan untuk bertingkah laku atau melakukan tindakan tertentu yang teramati.&lt;br /&gt;   3. Skills&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kompetensi dalam segala hal yang memerlukan latihan yang dipelajari melalui psikomotor termasuk kemampuan proses data, orang atau sesuatu yang sifatnya manual, verbal dan mental.&lt;br /&gt;   4. Other Characteristics&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Termasuk di dalamnya faktor kepribadian, attitude, aptitude, dan karakter fisik dan mental, yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-5722789701226670984?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/5722789701226670984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/performance-appraisal-fokus-kriteria.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/5722789701226670984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/5722789701226670984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/performance-appraisal-fokus-kriteria.html' title='PERFORMANCE APPRAISAL: Fokus, kriteria dan atribut'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-5999063047053099640</id><published>2009-06-10T16:42:00.004+08:00</published><updated>2009-06-15T23:55:59.784+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>PERFORMANCE APPRAISAL: Kontrol untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam penilai</title><content type='html'>Bagian 2 dari Dalam penilaian terhadap unjuk kerja dapat terjadi kesalahan penilaian atau bias. Kesalahan seperti ini terjadi ketika Penilai mengobservasi, mempertimbangkan dan memproses informasi yang dipersepsinya. Beberapa kesalahan yang umum terjadi berikut cara mengatasinya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LENIENCY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kecenderungan memberi penilaian melebihi dari yang seharusnya. Secara umum, kesalahan ini terjadi karena ingin menghindari konflik hubungan antar manusia sehingga penilai memberi penilaian yang lebih tinggi dari yang seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan seperti ini dapat diatasi dengan cara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memberikan pelatihan kepada para manajer tentang wawancara penilaian unjuk kerja, khususnya teknik dalam memberikan umpan balik negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membuat rangking distribusi penilaian dengan menggunakan distribusi absolut untuk membuat ketepatan penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Distribusi Absolut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilai memiliki sejumlah kategori nilai pencapaian (biasanya terbatas 5 sampai 7) dan menempatkan pegawai ke dalam kategori-kategori itu menurut unjuk kerja yang teramati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori Level 1 Level 2 Level 3 Level 4 Level 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frekuensi 15% 20% 30% 20% 15%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.A 1.D 1.H 1.N 1.R&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.B 2.E 2.I 2.O 2.S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.C 3.F 3.J 3.P 3.T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.G 4.K 4.Q&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIDDLE TENDENCY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kecenderungan untuk memberi penilaian secukupnya dan menghindari angka ekstrim. Biasanya ini terjadi karena manajer cenderung untuk membandingkan unjuk kerja pegawai dengan dirinya, manajer merasa rikuh untuk memberi nilai sempurna karena ia tidak menilai dirinya demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan seperti ini secara umum dapat dihindari dengan membatasi kemungkinan penilaian ke dalam tiga, lima, atau tujuh tingkat. Manajer diwajibkan untuk tidak memberi nilai di antara angka yang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatasan kemungkinan dari tingkat penilaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas 1 2 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas 1 2 3 4 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas 1 2 3 4 5 6 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian di bawah ini tidak boleh dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas 1 2 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas 1 2 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas 1 2++ 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EFEK HALO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi ketika seseorang cenderung terpengaruh oleh keberhasilan pegawai dalam kriteria-kriteria yang lain. Misalnya, seorang salesman yang mampu mencapai target dengan sukses akan cenderung diberikan penilaian khusus untuk kriteria yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mencegah kesalahan ini adalah dengan memberikan deskripsi yang sangat hati-hati/detil tentang definisi dari setiap kriteria yang diaplikasikan, misalnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: deskripsi-definisi-kriteria :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Work Knowledge = memiliki pengetahuan organisasi dan informasi yang lengkap untuk dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan, informasi yang dimaksud termasuk prosedur, metode, teknik dan kualifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EFEK PENILAI DAN HARAPAN TERHADAP PERSEPSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini termasuk stereotype, favouritism, dan harapan terhadap persepsi sehingga seorang penilai membuat penilaian berdasarkan kualitas personal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi hal ini adalah dengan meminta penilai memberi alasan atau dokumentasi pada sebuah hasil penilaian yang ekstrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi-situasi yang Dapat Menghalangi Kesuksesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memberikan penilaian unjuk kerja, seorang penilai yang baik diharuskan tidak terpengaruh oleh situasi yang melingkupi pegawai yang tidak dapat dicegah/dikontrol oleh si pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penghalang yang dapat menurunkan unjuk kerja pegawai adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * prosedur untuk memperoleh persetujuan terlalu lambat&lt;br /&gt;    * perubahan prosedur, kebijakan atau peraturan administrasi&lt;br /&gt;    * perubahan struktur organisasi, mengakibatkan perbedaan persepsi tentang harapan kesuksesan&lt;br /&gt;    * komunikasi organisasi yang tidak berjalan dengan mulus&lt;br /&gt;    * kerja administrasi atau sistem pelaporan berlebihan&lt;br /&gt;    * orang yang bertugas pada posisi kunci sering tidak hadir&lt;br /&gt;    * skill/bantuan dari orang atau divisi lain yang seharusnya dapat membantu kesuksesan dalam divisi/bagi si pegawai tidak terpenuhi dengan baik&lt;br /&gt;    * skill/bantuan dari bawahan tidak tersedia&lt;br /&gt;    * skill/bantuan dari atasan tidak tersedia&lt;br /&gt;    * kurangnya penguatan kerja&lt;br /&gt;    * penambahan tugas yang tidak diharapkan/terlalu banyak tugas tambahan&lt;br /&gt;    * kurangnya bantuan klerikal&lt;br /&gt;    * kurangnya bahan baku&lt;br /&gt;    * kondisi kerja fisik yang tidak mendukung&lt;br /&gt;    * kurangnya peralatan yang sesuai&lt;br /&gt;    * rendah kualitas bahan baku&lt;br /&gt;    * biaya operasional yang terlalu ketat&lt;br /&gt;    * beban kerja yang tidak pasti&lt;br /&gt;    * terlalu banyak beban kerja&lt;br /&gt;    * tekanan yang datang dari rekan sejawat sehingga membatasi unjuk kerja&lt;br /&gt;    * kondisi ekonomi yang tidak mendukung&lt;br /&gt;    * kurangnya pelatihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali seorang penilai tidak cukup mempertimbangkan batas-batas yang dapat menurunkan unjuk kerja, sementara pegawai cenderung terlalu banyak menyalahkan keadaan sebagai penyebab ketidakmampuannya mencapai unjuk kerja yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilai harus tetap membuka matanya untuk menentukan jenis langkah pengembangan/kebutuhan pelatihan yang perlu diberikan untuk membantu pegawai mengatasi masalah sehingga dapat mencapai unjuk kerja yang diharapkan. Berfokus pada langkah perbaikan akan mengh asilkan penilaian yang lebih efektif dan kedua pihak akan mudah dipengaruhi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-5999063047053099640?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/5999063047053099640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/performance-appraisal-kontrol-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/5999063047053099640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/5999063047053099640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/performance-appraisal-kontrol-untuk.html' title='PERFORMANCE APPRAISAL: Kontrol untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam penilai'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-5819267749019852678</id><published>2009-06-10T16:40:00.006+08:00</published><updated>2009-06-15T23:54:49.334+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>PERFORMANCE APPRAISAL: TEKNIK PENGISIAN FORM PENILAIAN UNJUK KERJA</title><content type='html'>Bagian 3 dari tulisan tentang Performance Appraisal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Form Penilaian Unjuk Kerja secara umum dibagi kedalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Tujuan dan Sasaran Penilaian&lt;br /&gt;   2. Penilaian terhadap beberapa kriteria identik untuk seluruh pegawai&lt;br /&gt;   3. Pernyataan penilaian unjuk kerja mengenai kekuatan dan kelemahan&lt;br /&gt;   4. Program Pengembangan Pegawai&lt;br /&gt;   5. Kolom Pendapat dan Komentar Pegawai&lt;br /&gt;   6. Kolom Tanggal Persetujuan dan Pernyataan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dan Faktor Sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pikirkan tentang ‘faktor kunci sukses’ dari departemen anda. Lalu, tempatkan faktor-faktor tersebut ke dalam tujuan tugas pegawai.&lt;br /&gt;    * Tujuan anda adalah bagian kerja yang mencerminkan kontribusi anda kepada perusahaan dan kemajuan yang anda capai untuk memperoleh gaji yang sesuai.&lt;br /&gt;    * Bila anda ingin merasa kompeten dalam mengatur waktu dan kerja, anda perlu mengetahui hal-hal yang telah menjadi tanggung jawab anda. Anda perlu mengetahui tujuan anda.&lt;br /&gt;    * Tujuan adalah sesuatu yang diharapkan atasan yang secara unik menjadi tanggung jawab anda untuk dicapai. Dengan kata lain, tujuan anda adalah sesuatu yang bila tidak tercapai akan menjadi tanggung jawab anda, tapi bila tercapai anda dapat mengatakan bahwa anda telah menyelesaikan tugas dan orang lain tidak bisa meminta lebih dari itu.&lt;br /&gt;    * Tujuan adalah juga sebuah pernyataan dari hasil pencapaian yang telah disepakati, dalam waktu dan batas biaya tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisikan tujuan menurut aturan di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * S Spesifik Jelas dan akurat, signifikan bagi keberhasilan sebuah fungsi&lt;br /&gt;    * M Measurable Dapat diukur dan dapat diperbandingkan secara kuantitatif.&lt;br /&gt;    * A Accountable Berhubungan dengan tugas dan pekerjaan pegawai&lt;br /&gt;    * R Realistic Dalam batas-batas yang dapat dicapai&lt;br /&gt;    * T Time-bound Memiliki tenggat waktu atau tenggat waktu observasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila memungkinkan, pilih tujuan yang cocok dengan setiap atribut individual pegawai, yaitu : karakteristik kepribadian, karakteristik demografi, karakteristik kemampuan, dan karakteristik biografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat pencapaian hasil kerja menjadi mudah, sesuaikan orientasi tugas dengan atribute individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga Macam Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tujuan Pekerjaan :Tujuan yang berhubungan dengan inti tanggung jawab yang cocok dengan pos dan posisi pegawai. Misalnya, jumlah target penjualan, jumlah target produksi menurut batas tertentu, jumlah kerja yang harus diselesaikan, dll&lt;br /&gt;    * Tujuan Pengayaan :Tujuan yang dijelaskan kepada pegawai mengenai apa tingkat sukses yang lebih tinggi. Tujuan ini merupakan perluasan dari tujuan pekerjaan atau sesuatu yang tidak ada hubungannya sama sekali. Tujuan ini harus memberi arti sebagai tantangan bagi pegawai, tanpa mengabaikan batas-batas kemampuan pegawai.&lt;br /&gt;    * Tujuan Pengembangan :Tujuan yang berhubungan dengan karir pegawai dalam jangka waktu dekat, dengan aktivitas pengembangan spesifik seperti program pelatihan, on-the-job-training, atau pengembangan kepribadian. Tujuan seperti ini juga dapat mendukung pencapaian pegawai dalam Tujuan Pengayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendefinisikan Kalimat Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mendefinisikan tugas dan orientasi, terapkan teknik-teknik berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dengan kata tindakan (action word)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sebuah tujuan yang jelas dan spesifik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diikuti dengan tenggat waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pernyataan tentang kualitas dan kuantitas atau pengukuran keberhasilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menyelesaikan……..sebelum/pada saat/dlm waktu………………in……………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    tujuan tenggat waktu kualitas dan kuantitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    pengukuran keberhasilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Contoh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “ Membuat perbaikan prosedur alur kerja untuk meng-update sistem data xxx (sebelum Februari 1997), (sehingga) sistem data xxx akan selalu dapat di-update di dalam catatan staf dengan tidak melebihi 5 hari kerja setelah informasi diterima”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Contoh Kata Tindakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Menyelesaikan - Menerapkan&lt;br /&gt;        * Melengkapi - Memproduksi&lt;br /&gt;        * Merekrut - Membuktikan&lt;br /&gt;        * Mengidentifikasi - Mendisain&lt;br /&gt;        * Membuat - Mendefinisikan&lt;br /&gt;        * Mengatasi - Mengadminitrasikan&lt;br /&gt;        * Mengkonstruk - Menguji&lt;br /&gt;        * Membuat perkiraan - Memulai penelitian&lt;br /&gt;        * Menjalankan - Mengembangkan&lt;br /&gt;        * Memperluas - Memproses&lt;br /&gt;        * Mengontrol - Menjaga&lt;br /&gt;        * Mereorganisasi - Mengkoordinasikan rencana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Contoh tujuan yang jelas dan spesifik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * (Menjalankan) wawancara individual dengan lima orang pengguna sistem xxx.&lt;br /&gt;        * (Mendefinisikan) penambahan rencana tindakan untuk sistem xxx berdasarkan hasil yang ditemukan dari wawancara.&lt;br /&gt;        * (Memperoleh) komitmen dari staf yyy untuk mengikuti prosedur&lt;br /&gt;        * (Mendapat) kesepakatan dengan kepala departemen mengenai target anggaran berdasarkan persentasi anggaran tertinggi yang dapat diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Contoh kualitas dan kuantitas/pengukuran keberhasilan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Wawancara diselesaikan dan laporan hasil wawancara dinilai secara cukup mendalam dan komprehensif oleh tim manajer.&lt;br /&gt;        * Paling sedikit ada dua rekomendasi untuk peningkatan sistem yang dianggap signifikan dan dapat diterima oleh user dan disetujui oleh tim manajer.&lt;br /&gt;        * Staf yyy akan mengirim sebuah e-mail yang berisi konfirmasi bahwa mereka akan mengikuti prosedur baru seperti yang disarankan oleh pemandu administrasi.&lt;br /&gt;        * Umpan balik dari kepala departemen bahwa informasi dan saran dari Human Resource sangat membantu dalam mempertahankan unjuk kerja staf dan persentasi turn over dari target populasi tidak melebihi batas yang dapat diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisikan kuantitas yang berhubungan secara langsung dengan kesuksesan tim dan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian berdasarkan Pencapaian Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang paling tepat untuk membuat penilaian terhadap pencapaian tujuan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * ya (terlaksana)&lt;br /&gt;        * sebagian ya, ya sampai tingkat tertentu, dll&lt;br /&gt;        * tidak (tidak terlaksana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu diikuti dengan penjelasan tentang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Kualitas&lt;br /&gt;        * Kuantitas (persentasi, atau angka pencapaian aktual)&lt;br /&gt;        * Dan kemudian ketika anda menemukan bahwa alasan dari tidak terlaksananya sebuah tujuan adalah akibat perubahan situasi (bandingkan situasinya dengan ketika tujuan ditetapkan) dimana hal itu menjadi sesuatu yang tidak dapat ditangani oleh pegawai, tambahkan informasi mengenai usaha pegawai dalam mengatasi perubahan yang terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-5819267749019852678?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/5819267749019852678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/performance-appraisal-teknik-pengisian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/5819267749019852678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/5819267749019852678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/performance-appraisal-teknik-pengisian.html' title='PERFORMANCE APPRAISAL: TEKNIK PENGISIAN FORM PENILAIAN UNJUK KERJA'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-3596728114456507760</id><published>2009-06-10T16:28:00.002+08:00</published><updated>2009-06-13T22:57:34.229+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>KUESIONER WAWANCARA ANALISA JABATAN</title><content type='html'>KUESIONER WAWANCARA ANALISA JABATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Job Analysis Questionnaire)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuesioner ini biasanya digunakan dalam proses pengumpulan data awal tentang suatu pekerjaan, pada saat kita melakukan analisa suatu jabatan.&lt;br /&gt;Files:&lt;br /&gt;No.&lt;br /&gt;Nama File&lt;br /&gt;Isi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jumlah :&lt;br /&gt;1  Kuesioner-Wawancara-Analisa-Jabatan - Indosdm.doc  Kuesioner Wawancara Analisa Jabatan berbahasa Indonesia  13 halaman&lt;br /&gt;2  keterangan-kuesioner-wawancara-analisa-jabatan.doc  Copy dari tulisan ini  1 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi pemakaian yang dianjurkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Idealnya kuesioner ini sudah diisikan oleh pemegang jabatan (job holder) - yang telah dipilih oleh tim analisa jabatan dengan kriteria tertentu yang sudah disepakati - sebelum wawancara analisa jabatan berlangsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mengurangi waktu Analis dalam melakukan wawancara analisa jabatan&lt;br /&gt;    * Membantu wawancara secara lebih terstruktur&lt;br /&gt;    * Mengurangi kelemahan metode pengumpulan data melalui wawancara yang sangat tergantung kepada keterampilan pewawancara. Karena jika analis mewawancara dengan banyak pertanyaan yang meragukan, bias, maka hasilnya juga tidak akan optimal.&lt;br /&gt;    * Dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan perusahaan / institusi yang memakai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tidak dapat digunakan secara terpisah dari wawancara analisa jabatan&lt;br /&gt;    * Kalau digunakan secara terpisah dari wawancara, pertanyaan-pertanyaan mungkin diartikan secara berbeda. Keadaan atau kondisi yang bagaimana ketika orang mengisi kuesioner, juga sulit dinilai. Kadang respon dari kuesioner itu cukup rendah sehingga sulit dijadikan pegangan yang terpercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan setiap anggota komunitas yang mengunduh (mendownload) dapat pula memberikan penyempurnaan terhadap formulir ini, atau memberikan perbaikannya untuk dapat pula dibagikan kepada seluruh anggota komunitas yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar dan saran perbaikan anggota komunitas dan pembaca sangat kami tunggu. Silakan menghubungi Chief Editor Indosdm Community Portal di YM ID: avisdjamal atau skype ID: avisdjamal untuk kritik dan saran tentang buku ini. Telp. 021-71131141&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap penggandaan buku ini dan juga publikasi ulang, wajib menyertakan logo dan link http://www.indosdm.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan download di: KUESIONER WAWANCARA ANALISA JABATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dapat mengunduh file ini silakan login atau registrasi sebagai member komunitas ini. Registrasi/ pendaftaran tidak dikenakan biaya apapun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-3596728114456507760?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/3596728114456507760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/kuesioner-wawancara-analisa-jabatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/3596728114456507760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/3596728114456507760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/kuesioner-wawancara-analisa-jabatan.html' title='KUESIONER WAWANCARA ANALISA JABATAN'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-959345842429041935</id><published>2009-06-10T16:24:00.001+08:00</published><updated>2009-06-13T22:58:13.240+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>PEDOMAN WAWANCARA JOB DESCRIPTION</title><content type='html'>PEDOMAN UMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kembangkan “raport”, buat suasana pertemuan tidak tegang.&lt;br /&gt;    * Pergunakan bahasa yang sederhana dan netral.&lt;br /&gt;    * Jelaskan apa tujuan dari wawancara.&lt;br /&gt;    * Berikan dukungan (empathy) agar yang bersangkutan mau berbicara.&lt;br /&gt;    * Bantu interviewee agar dapat berpikir dan mengungkapkan isi serta aktivitas dalam bekerja secara runtut.&lt;br /&gt;    * Setiap kali bertanya hanya menanyakan satu pertanyaan.&lt;br /&gt;    * Siapkan pertanyaan sedemikian rupa sehingga tidak hanya dijawab dengan “ya” atau “tidak”.&lt;br /&gt;    * Hindari “leading questions”.&lt;br /&gt;    * Pertimbangkan hubungan yang ada antara satu pekerjaan/jabatan dengan pekerjaan/jabatan yang lain.&lt;br /&gt;    * Pastikan bahwa anda memperoleh informasi yang lengkap sehubungan dengan pekerjaan serta karakteristik individual yang dituntut oleh pekerjaan yang dilakukan oleh interviewee.&lt;br /&gt;    * Buat perjanjian untuk pertemuan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“DO’S AND DON’TS” DALAM WAWANCARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Jangan menyarankan perubahan atau penyesuaian apapun.&lt;br /&gt;    * Sopan dalam berbicara dan berperilaku.&lt;br /&gt;    * Perlakukan interviewee sebagai sederajat.&lt;br /&gt;    * Temui dahulu atasan yang bersangkutan sebelum mulai wawancara.&lt;br /&gt;    * Konsultasikan data yang anda peroleh dengan atasan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;    * Jangan menyarankan perubahan atau penyesuaian apapun.&lt;br /&gt;    * Sopan dalam berbicara dan berperilaku.&lt;br /&gt;    * Perlakukan interviewee sebagai sederajat.&lt;br /&gt;    * Temui dahulu atasan yang bersangkutan sebelum mulai wawancara.&lt;br /&gt;    * Konsultasikan data yang anda peroleh dengan atasan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIPS WAWANCARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBELUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat jadual yang tepat dan lakukan konfirmasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkan daftar pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Jelaskan tujuan wawancara (bukan menilai pemegang jabatan)&lt;br /&gt;    * Ciptakan suasana nyaman dan tenang.&lt;br /&gt;    * Kumpulkan fakta/informasi tentang jabatan secara lengkap.&lt;br /&gt;    * Gunakan Tip untuk memancing dengan cara :&lt;br /&gt;          o Non committal Response&lt;br /&gt;          o Echo Response&lt;br /&gt;          o Interpretative Response&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat pelaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tunjukkan rasa ingin tahu Anda ( jangan sok tahu !! )&lt;br /&gt;    * Jangan menggunakan pertanyaan LEADING QUESTION&lt;br /&gt;    * Ambil posisi “SAMA” (JANGAN MERASA TINGGI ATAU MINDER&lt;br /&gt;    * Ulangi hasil catatan Anda ( minta konfirmasi )&lt;br /&gt;    * Dengarkan saja keluhan-keluhannya.&lt;br /&gt;    * Tunggu sampai DIA menjawab ( jangan buru-buru dijawab !! )&lt;br /&gt;    * Jangan mendominasi percakapan.&lt;br /&gt;    * Perhatian bahasa tubuhnya, kontak mata dll.&lt;br /&gt;    * Jangan malu untuk bertanya istilah-istilah teknis dalam pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sampaikan bahwa data telah diperoleh dan sampaikan point-point yang telah disampaikan.&lt;br /&gt;    * Tanyakan apa ada informasi yang belum disampaikan.&lt;br /&gt;    * Ucapkan terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-959345842429041935?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/959345842429041935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/pedoman-wawancara-job-description.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/959345842429041935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/959345842429041935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/pedoman-wawancara-job-description.html' title='PEDOMAN WAWANCARA JOB DESCRIPTION'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-8884572411400593535</id><published>2009-06-10T16:21:00.001+08:00</published><updated>2009-06-13T22:58:54.765+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>ELEMEN-ELEMEN JOB DESCRIPTION</title><content type='html'>ELEMEN-ELEMEN JOB DESCRIPTION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Job Information&lt;br /&gt;    * Primary Job Role&lt;br /&gt;    * Dimentions&lt;br /&gt;    * Key Accountabilities&lt;br /&gt;    * Performance Measurement&lt;br /&gt;    * Relationship&lt;br /&gt;    * Reporting Relationship&lt;br /&gt;    * Knowledge &amp; Skills&lt;br /&gt;    * Decision Making&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ELEMENT 1: POSITION INFORMATION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Element 1 berisi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Judul Jabatan&lt;br /&gt;    * Identitas Jabata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA JABATAN  Manager Keagenan&lt;br /&gt;DIVISI/DEPARTEMEN  Komisariat  Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ELEMENT 2: PRIMARY JOB ROLE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan mengapa posisi ini diadakan dan bagaimana posisi ini berhubungan dengan posisi lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumus penulisan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Uraian harus ringkas ( 1- 4 kalimat )&lt;br /&gt;    * Mulai dengan kata kerja aktif.&lt;br /&gt;    * Gunakan bahasa dan istilah yang sederhana dan mudah dipahami orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA JABATAN  MANAGER AKUNTING&lt;br /&gt;PRIMARY JOB ROLE  Bertanggungjawab atas penyusunan laporan Keuangan dan Rekonsiliasi. Memimpin para Accountant dan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pekembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ELEMENT 3 : DIMENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Dimensi-dimensi jabatan menjelaskan tentang Ukuran dan Skala Bisnis yang berada dibawah pengawasannya.&lt;br /&gt;    * Indikator :&lt;br /&gt;          o Pengaruh Cakupan Geografis.&lt;br /&gt;          o Target Keuangan.&lt;br /&gt;          o Jajaran Produk yang dikelola.&lt;br /&gt;          o Segmen Pelanggan yang dikelola.&lt;br /&gt;          o Bawahan yang dikelola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA JABATAN  DIREKTUR TEKNOLOGI INFORMASI&lt;br /&gt;DIMENSI JABATAN  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Capital Budget : 5 milyar rupiah.&lt;br /&gt;    * Operating Budget : 150 juta rupiah.&lt;br /&gt;    * Jumlah bawahan : 12 orang ( langsung ) dan 24  orang ( tidak langsung ).&lt;br /&gt;    * Cakupan Geografis : Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ELEMENT 4 : KEY ACCOUNTABILITIES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Element ini diperlukan untuk mencapai Primary Job Role.&lt;br /&gt;    * Identifikasikan 6 –8 tanggungjawab utama yang mempunyai kontribusi terhadap kepentingan organisasi.&lt;br /&gt;    * Kontribusi organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Keuangan&lt;br /&gt;    * Pelanggan&lt;br /&gt;    * Internal Bisnis Process&lt;br /&gt;    * Pengembangan Organisasi &amp; Proses Pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Tip Penulisan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tulis ringkasan hasil kerja : Harian, Periodik, Insidental.&lt;br /&gt;    * Hasil kerja dari fungsi pengawasannya.&lt;br /&gt;    * Mulailah setiap kalimat dengan kata kerja aktif saat ini.&lt;br /&gt;    * Hindari penggunakan jargon-jargon asing/tidak lazim.&lt;br /&gt;    * Hindari duplikasi kata/frase/kalimat.&lt;br /&gt;    * Analisalah aspek tanggungjawab; Keuangan, Pelanggan, Proses Bisnis, Organiasasi Pembelajaran.&lt;br /&gt;    * Identifikasi Internal Customer juga.&lt;br /&gt;    * Bagi Jabatan yang sifatnya SUPPORT, perhatikan responsiveness,efisiensi, layanan terhadap Internal Customer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan khusus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Apa tugas-tugas yang paling utama yang dilakukan oleh jabatan ini.&lt;br /&gt;    * Apa hasil yang akan dicapai jika jabatan ini berhasil melaksanakan tugasnya.&lt;br /&gt;    * Kalau hasilnya sulit dirumuskan, maka perlu ditanyakan :&lt;br /&gt;    * Apa tanggungjawab utama Anda dalam mengamalkan profesionalitas atau keahlian khusus Anda.&lt;br /&gt;    * Peran apa yang Anda mainkan yang dapat membuat organisasi mendapatkan kontribusi dari Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA JABATAN  ACCOUNTING MANAGER&lt;br /&gt;KEY ACCOUNTABILITIES :  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mengarahkan dan mengontrol proses pencatatan transaksi serta pembuatan laporan Keuangan.&lt;br /&gt;    * Merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan persiapan laporan Keuangan tepat waktu dan akurat bagi perusahaan dan sesuai peraturaan perundang-undangan.&lt;br /&gt;    * Menjalankan dan menjaga system akuntansi untuk menjamin standarnisasi prosedur akuntansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ELEMENT 5: PERFORMANCE MEASUREMENT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Element ini berisi hasil kuantitatif dari Tanggungjawab Utama.&lt;br /&gt;    * Syarat penulisannya :&lt;br /&gt;    * Adanya skala pengukuran yang jelas.&lt;br /&gt;    * Menggunakan kata benda sub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA JABATAN  Manajer SDM&lt;br /&gt;PERFORMANCE MEASUREMENT  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tingkat turnover karyawan&lt;br /&gt;    * Jumlah keluhan karyawan&lt;br /&gt;    * Personnel Budget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ELEMENT 6 : REPORTING RELATIONSHIP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Element ini mencakup bagan yang menunjukkan struktur departemen dan hubungan internalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ELEMENT 7: KNOWLEDGE &amp; SKILL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Merupakan ringkasan kualifikasi minimum berkaitan dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja profesional yang diperlukan jabatan ini.&lt;br /&gt;    * Termasuk juga ketrampilan teknis.&lt;br /&gt;    * Bukan menggambarkan kualifikasi dan pengalaman kerja pemegang jabatan sat ini.&lt;br /&gt;    * Perhatikan !!!&lt;br /&gt;    * Sebutkan tingkat pendidikan dan jurusannya, pelatihan, pengalaman yang diperlukan oleh jabatan ini.&lt;br /&gt;    * Jika kualifikasi pemegang jabatan saat ini melebihi syarat jabatannya, yang ditulis hanya dari syarat jabatanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA JABATAN  MANAJER  KEAGENAN&lt;br /&gt;KNOWLEDGE &amp; SKILL  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Memiliki Latar Belakang Pendidikan S-1 Semua Jurusan.&lt;br /&gt;   2. Memiliki pengalaman kerja di bidang Pemasaran Distribusi pada Level Supervisor minimal 3 tahun.&lt;br /&gt;   3. Memiliki ketrampilan bidang Komputer Program Ms.Office dan Sembari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ELEMENT 8 : RELATIONSHIP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Element ini menunjukkan hubungan internal dan eksternal yang perlu pemegang jabatan kelola.&lt;br /&gt;    * Hubungan kesehari-harian yang dilakukan dengan berbagai fihak&lt;br /&gt;    * Disamping alasan dan tujuan mengadakan hubungan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA JABATAN  MANAGER  KEAGENAN&lt;br /&gt;RELATIONSHIP  INTERNAL :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Manager Keuangan – permintaan Kas Kecil.&lt;br /&gt;   2. Manager SDM &amp; Adum – permintaan karyawan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EKSTERNAL :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Telkomsel Regional – koordinasi operasional geraiHalo.&lt;br /&gt;   2. Mitra Bisnis – menjalin kerjasama keagenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ELEMENT 9 : DECISION MAKING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Decision Making adalah kewenangan untuk menentukan suatu keputusan tanpa bantuan atasan.&lt;br /&gt;    * Ada 3 bidang Keputusan :&lt;br /&gt;    * Keputusan Strategis.&lt;br /&gt;    * Keputusan Operasional.&lt;br /&gt;    * Keputusan SDM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA JABATAN  MANAGER KEAGENAN&lt;br /&gt;DECISION MAKING  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Menentukan harga jual barang kepada pelanggan End User.&lt;br /&gt;   2. Mengeluarkan biaya entertainment kepada relasi bisnis maksimal Rp. 1.000, 000, 00&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-8884572411400593535?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/8884572411400593535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/elemen-elemen-job-description.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/8884572411400593535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/8884572411400593535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/elemen-elemen-job-description.html' title='ELEMEN-ELEMEN JOB DESCRIPTION'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-4934006931054170217</id><published>2009-06-10T16:13:00.003+08:00</published><updated>2009-06-13T22:59:23.173+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>PROSES PENYUSUNAN JOB DESCRIPTION YANG AKURAT</title><content type='html'>PENGERTIAN JABATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Merupakan fondasi yang membentuk suatu organisasi.&lt;br /&gt;   2. Seluruh jabatan bila disinergikan bisa mencapai sasaran organisasi.&lt;br /&gt;   3. Jabatan-jabatan bisa dianggap sebagai jembatan antara orang dan organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN JOB DESCRIPTION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Sebuah kumpulan informasi jabatan dan disusun secara sistematis yang diperoleh melalui Job Analysis, yang dapat mengidentifikasi dan menguraikan suatu jabatan atau posisi tertentu.&lt;br /&gt;   2. Membuat status setiap jabatan menjadi jelas akan: Fungsi &amp; Perannya, Hasilnya, Tanggungjawabnya.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANFAAT JOB DESCRIPTION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Membantu atasan dan bawahan mengerti: Mengapa suatu jabatan diadakan dan Apa tujuan utamanya.&lt;br /&gt;   2. Sebagai Alat Managemen untuk mengintegrasikan fungsi-fungsi : Performance Management, Staffing &amp; Selection, Organization Design, Reward System, Career Development &amp; Training.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ELEMEN-ELEMEN JOB DESCRIPTION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Job Information&lt;br /&gt;   2. Primary Job Role&lt;br /&gt;   3. Dimentions&lt;br /&gt;   4. Reporting Relationship&lt;br /&gt;   5. Key Accountabilities&lt;br /&gt;   6. Relationships&lt;br /&gt;   7. Knowledge &amp; Skills&lt;br /&gt;   8. Decision Making&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Penjabaran tentang elemen-elemen deskripsi jabatan ini akan kami hadirkan dalam satu artikel tersendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JOB DESCRIPTION WRITING PROCESS&lt;br /&gt;Review Work Process  &amp;  Organization Structure  Identify Key Responsibilities Through Job Holder Interview  Document Jobs Based On Format  Manager &amp; HR Review and Finalized&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reviewing Work Process &amp; Organization Structure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Siapa yang menjadi pelanggan Anda (eksternal/internal)&lt;br /&gt;   2. Apa saja harapan mereka dari unit kerja Anda.&lt;br /&gt;   3. Hasil apa yang dapat diberikan oleh Anda /Unit kerja Anda&lt;br /&gt;   4. Proses, langkah, aktivitas apa saja yang dilakukan untuk menghasilkan Output tersebut.&lt;br /&gt;   5. Siapakah pemilik proses tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDENTIFYING WORK ROLE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Setelah mempertimbangkan proses kerja dan struktur organisasi, rumuskan : 6 –7 tanggung jawab utama.&lt;br /&gt;   2. Tanggungjawab utama bisa digali dari 4 DIMENSI :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- KEUANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- PELANGGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- INTERNAL BISNIS PROSES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- PERTUMBUHAN DAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Review struktur organisasi, bisnis proses, prosedur keagenan, Rincian Tugas &amp; Tanggungjawab.&lt;br /&gt;   2. Wawancara sampling di beberapa Unit kerja Wilayah Jabotabek.&lt;br /&gt;   3. Group Discussion.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-4934006931054170217?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/4934006931054170217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/proses-penyusunan-job-description-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/4934006931054170217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/4934006931054170217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/proses-penyusunan-job-description-yang.html' title='PROSES PENYUSUNAN JOB DESCRIPTION YANG AKURAT'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-6527576694168374140</id><published>2009-06-10T15:57:00.002+08:00</published><updated>2009-06-13T23:00:01.286+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>PENYUSUNAN JOB DESCRIPTION - PENGANTAR</title><content type='html'>Dalam artikel ini akan dibahas tentang: Urgensi Penyusunan Job Description, Hakekat Job Description,  Analisa jabatan dan Uraian Jabatan, Job Description dan Job Requirement / Job Specification dan Nilai Strategis Job Descripstion Terhadap Aktivitas lain.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Urgensi Penyusunan Job Description&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Konsistensi pekerjaan menjamin kehidupan bisnis yang teratur&lt;br /&gt;    * Keberhasilan atau kegagalan semua organisasi tergantung pada prinsip : ” Adanya Jabatan yang benar yang dilakukan oleh orang-orang yang benar dengan cara yang benar “&lt;br /&gt;    * Bahwa seperti waktu kita diserap untuk bekerja, oleh karena itu harus ada penyusunan job description yang baku dan benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakekat Job Description&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tujuan Organisasi diterjemahkan dalam bentuk struktur organisasi yang menghimpun dan mengelolah hubungan antara jabatan-jabatan&lt;br /&gt;          o Jabatan merupakan ‘batu bata’ dari struktur organisasi jabatan  unit dasar dari bangunan organisasi&lt;br /&gt;    * Jabatan berisi rangkaian pekerjaan, dimana individu sbg pekerja dan organisasi sebagai atasan&lt;br /&gt;    * Jabatan mempunyai 2 sisi yakni :&lt;br /&gt;          o Internal ; berkaitan dengan tugas, kegiatan, kewajiban, kesulitan yang ada dalam pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;          o Eksternal ; berkaitan bagaimana suatu jabatan berkontribusi bagi organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa jabatan dan Uraian Jabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Uraian jabatan ( job description) pada prinsipnya merupakan produk utama dari studi analisa jabatan.&lt;br /&gt;    * Analisa jabatan adalah suatu proses pemahaman yang mendalam tentang isi dan karakteristik suatu jabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Job Description dan Job Requirement / Job Specification&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Persyaratan jabatan merupakan hasil sampingan dari studi analisa jabatan dan terpisah dari uraian jabatan sebagai produk utama analisa jabatan&lt;br /&gt;    * Isi dari jabatan uraian jabatan merupakan informasi tentang suatu jabatan yang membedakannya dengan jabatan lainnya. Ciri khas uraian jabatan adalah menggambarkan apa, mengapa, bagiamana, dan kapan / dimana jabatantersebut ditempatkan dan dilaksanakan.&lt;br /&gt;    * Sedangkan Job Requirment / Job Specification merupakan persyaratan utama dari seseorang pemangku jabatan   (job holder) untuk menduduki jabatan tersebut. Sedangkan isi dari persyaratan jabatan biasanya terdiri dari Pendidikan Formal, Pengalaman Kerja, pelatihan, Persyaratan Fisik, Persyaratan Psikologis, kemampuan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Strategis Job Descripstion Terhadap Aktivitas lain&lt;br /&gt;Rekrutmen  Untuk memahami secara benar apa tuntutan jabatan yang diperlukan sehingga lebih mudah mencari atau menilai jenis orang yang bagaimana yang sesuai memegang jabatan tersebut&lt;br /&gt;Pelatihan  Untuk menentukan jenis pelatihan apa yang membantu pemegang jabatannya agar lebih baik dalam melaksanakan tugas-tugasnya&lt;br /&gt;Asssement  Untuk mengukur prestasi dan kompetensi kerja pekerja saat ini&lt;br /&gt;Perencanaan Karir  Untuk menata jabatan-jabatan yang ada agar setiap pemegang jabatan saat ini mempunyai arah yang jelas ( minat dan kompetensinya) dalam meniti karir dimasa mendatang&lt;br /&gt;Perencanaan Organisasi  Untuk menyusun perencanaan pengembangan organisasi yang ada saat ini dalam menghadapi tantangan  dan tuntutan organisasi yang baik dari segi internal maupun eksternal&lt;br /&gt;Evaluasi Jabatan  Untuk menilai / memberi bobot suatu jabatan dibandingkan dengan jabatan lainnya&lt;br /&gt;Performance Appraisal  Untuk menjadi pedoman bagi atasan menilai kinerja bawahannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-6527576694168374140?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/6527576694168374140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/penyusunan-job-description-pengantar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/6527576694168374140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/6527576694168374140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/penyusunan-job-description-pengantar.html' title='PENYUSUNAN JOB DESCRIPTION - PENGANTAR'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-8929770514333019952</id><published>2009-06-09T13:56:00.002+08:00</published><updated>2009-06-13T23:00:51.897+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Mindset Human Capital  Management untuk Pemimpin</title><content type='html'>Tulisan menarik ini saya dapatkan pada Situs Institute Pertanian Bogor dalam liputan mereka tentang Pelatihan ”Human Capital Management in The Knowledge Era”. Pelatihan ini digelar oleh Direktorat Sumberdaya Manusia (SDM) IPB kerjasama dengan Dunamis Organization Services. Berikut tulisan selengkapnya.&lt;br /&gt;Diakuinya, saat ini banyak pemimpin yang mempunyai paradigma bahwa ketika mereka berhasil membuat strategi bisnis dan mampu menganalisisnya secara mendalam, mereka merasa telah menjadi seorang business leader yang hebat.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Setelah perusahaan berhasil membuat strategi yang memukau, sang business leader menarik napas lega. Dia bangga karena berhasil menyusun strategi yang tampak hebat dan memukau semua orang di perusahaan,” ujarnya mencontohkan. &lt;br /&gt;Sebenarnya filosofi dasar dari Human Capital Management adalah meyakini bahwa pegawai bukan hanya sumberdaya tapi merupakan aset yang berharga, yakni skill, pengetahuan dan pengalamannya. “People bukan sekadar sumber daya, melainkan aset perusahaan yang sangat berharga,” ujar Associate Partner Dunamis Organization Services Alex Denni, yang juga alumnus Teknologi Industri Pertanian IPB dengan konsentrasi Teknik Manajemen Industri.&lt;br /&gt;Setiap tahun perusahaan selalu membuat perencanaan dan strategi. Selanjutnya, perencanaan dan strategi tersebut disosialisasikan ke karyawan untuk dieksekusi.&lt;br /&gt;Agar dapat mengeksekusi dengan cepat dan tepat, peran seorang business leader sangat dibutuhkan. Alex menegaskan, strategi yang tidak mencapai hasil optimal, besar kemungkinan disebabkan oleh satu dari dua hal berikut ini: strategi yang salah, atau eksekusi strategi tersebut yang tidak efektif.&lt;br /&gt;Padahal, lanjutnya, itu belum apa-apa. Masih ada langkah berikutnya yang seharusnya dia kerjakan. Apakah itu? Langkah selanjutnya adalah mendorong anak buah untuk mewujudkan strategi tersebut menjadi hasil yang nyata.&lt;br /&gt;Yang menarik, riset yang dilakukan Franklin Covey menemukan bahwa saat perencanaan dan strategi itu dikomunikasikan, hanya separuh dari karyawan di perusahaan yang diteliti mendengarkan dengan sungguh-sungguh. “Menarik sekali, ternyata tidak sampai 50% karyawan yang mendengarkan saat sosialisasi dilakukan,” ungkap Alex.&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam upaya memilih talent yang bagus, Alex berpendapat, ada dua cara yang dapat dilakukan. Pertama, lihat masa lalu orang yang bersangkutan atau disebut performance. Kedua, memprediksi masa depannya atau disebut kompetensi. Bila keduanya bagus, pantaslah dimasukkan ke dalam kotak yang namanya talent pool. “Siapa yang tahu informasi ini, siapa yang meng-approach orang ini, dialah yang akan memenangkan war for talent,” tuturnya mantap.&lt;br /&gt;Alex melihat, ada empat kebutuhan dasar yang diperlukan para talent. Pertama, kebutuhan untuk hidup (to life). Kedua, kebutuhan untuk dicintai (to love). Ketiga, kebutuhan untuk berkembang (to learn). Dan terakhir, kebutuhan untuk berkontribusi atau meninggalkan sesuatu yang berharga. “Intinya body, heart, mind, dan spirit,” ungkapnya. Alex menjelaskan, body ditentukan dengan gaji dan fasilitas. Selain itu, mereka butuh hubungan yang lebih baik. Kemudian, mereka butuh untuk mengembangkan potensi dan karier. Jika salah satu kebutuhan itu tidak terpenuhi, tidak tertutup kemungkinan sang talent akan pergi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-8929770514333019952?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/8929770514333019952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/mindset-human-capital-management-untuk_09.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/8929770514333019952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/8929770514333019952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/mindset-human-capital-management-untuk_09.html' title='Mindset Human Capital  Management untuk Pemimpin'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-8173469296183846417</id><published>2009-06-09T10:58:00.008+08:00</published><updated>2009-06-13T23:01:41.119+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>Melihat perbedaan kompetensi: Put the right man in the right place</title><content type='html'>Salah satu unsur dalam manajemen SDM adalah pendayagunaan yaitu menempatkan orang sesuai dengan kompetensinya sehingga bisa bekerja dengan optimal. Istilah lain yang sering digunakan adalah &lt;em&gt;the right man in the right place. &lt;/em&gt;Dalam hal ini para manajer harus bisa melihat kemampuan atau kompetensi karyawannya sehingga bisa menempatkan dalam posisi yang pas. Karena hal ini akan berpengaruh terhadap kinerjanya. Apabila karyawan kita tidak punya kompetensi yang sesuai, maka tentu saja hasilkan tidak akan seperti yang kita harapkan. Sebuah hadist mengatakan ” &lt;em&gt;Apabila kita menyerahkan sesuatu tidak kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya”. &lt;/em&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Konsep pendayagunaan ini sangat mudah diucapkan namun tidak mudah untuk diterapkan. Terbukti masih banyak karyawan menyatakan tidak pas dengan tugas yang diberikan, atau atasan yang menilai stafnya tidak bisa bekerja dengan baik. Padahal mungkin saja memang kompetensi dan kemampuannya tidak pas dibidang yang di berikan. Dalam hal ini diperlukan upaya untuk menilai dan menggali kompetensi seseoranghingga memahami nilai-nilai(&lt;em&gt;values)&lt;/em&gt; yang ada pada dirinya, kemudian disesuaikan dengan bidang pekerjaan yang tepat buatnya. Keseluruhan tahap ini memerlukan waktu dan kesabaran dan pemahaman pengetahuan yang baik untuk dapat menerapkannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang masih sering kita temui adalah atasan menganggap staf atau bawahannya tidak bisa melakukan tugas dengan baik, sering melakukan kesalahan, tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan dan menganggap karyawan ini prestasinya jelek. Padahal dari konsep pendayagunaan tadi, kita perlu menilai, mengevaluasi apakah karakter dia, kompetensi dan kemampuannya sesuai atau cocokdengan pekerjaannya. Kadang atasan membandingkan prestasi karyawan dengan yang lainnya tanpa menilai lebih dalam lagi. Sebagai atasan/pimpinan kita juga harus melihat karyawan kita secara pribadi. dari tingkat pendidikan mungkin sama, tetapi bisa jadi ada perbedaan antar yang satu dengan yang lainnya. Menjadi tanggung jawab pimpinan untuk mendayagunakan karyawan tersebut bisa lebih berdaya guna lagi sehingga bisa menghasilkan kinerja yang diinginkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berkaitan dengan hal tersebut sangat diperlukan bagaimana pandangan kita terhadap perbedaan. Ada sebuah kisahyang menarik untuk disimak tentang perbedaan ini. Alkisah ada seorang ayah mempunyai 3 orang anak yang mempunyai karakter yang berbeda. Anak yang pertama mempunyai sifat yang tenang namun kurang peduli. Anak kedua sangat menyenangkan, suka membantu dan penyayang. Anak ketiga anak yang paling menyusahkan, sifatnya tidak sabaran, pemarah dan suka membuat ulah. Dalam kehidupan sehari-hari ulah ketiga anak-anaknya kadang-kadang membuat kesal dan kecewa sang ayah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari, anak ketiganya membuat ulah di sekolah sehingga sang ayah dipanggil, Betapa malu dan marah sang ayah. Kekesalannya memuncak dan membuatnya hampir lupa diri. Namun sang ayah berusaha mengendalikan dirinya. Dalam waktu sholatnya dia bawa permasalahannya ini kepada Allah SWT, dan bertanya kenapa dia diberikan tiga anak yang berbeda sifatnya dan kenapa tidak seperti anak yang kedua seperti yang diinginkan sang ayah. Sang ayah pasrah dan memohon bimbingannya agar bisa mendidik anak-anaknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari, sang ayah mendapatkan undangan makan malam di sebuah restoran dari teman kantornya. Saat menikmati berbagai hidangan yang disuguhkan, sang ayah menggunakan sendok, pisau dan garpu. Ketiga benda tersebut digunakan dengan bergantian. Ketika makan spageti, garpulah yang punya banyak peran. Saat makan steak, pisau dan garpulah yang digunakan. Kadang hanya sendok saja yang di gunakan. Sendok, pidau dan garpu, tiga benda ini tiba-tiba mengusik hatinya. Seolah-olah Allah menunjukkan kepadanya akan makna tiga benda yang punya fungsi yang berbeda, tertapi bisa digunakan dan mempunyai peran yang penting dalam sebuah aktivitas makan. Dalam benaknya sang ayah membandingkan dengan ketiga anaknya. Seketika sang ayah tersentak dan mendapat pencerahan. Lalu ia bersyukur dan berdoa ” &lt;em&gt;Ya Allah, terimakasih Engkau telah memberikan saya anak-anak yang luar biasa dalam kehidupan ini”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ya, Allah telah memberikan ketiga karakter yang berbeda dalam diri anak-anaknya. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan ibaratnya ketiga benda tersebut yaitu sendok, garpu dan pisau. Anak pertamanya dia ibartkan dengan sendok, yang dapat dipakai tanpa perlu ada garpu. Namun pada saat tertentu garpu dibutuhkan, ia akan menjadi pasangan yang baik dimeja makan. Sedangkan pisau, yang sangat tajam namun apabila digunakan pada saat yang tepat akan sangat dibutuhkan. Akhirnya sang ayah menyadari, betapa Allah telah memberikan ketiga anak yang luar biasa, tinggal bagaimana sang ayah akan merawat dan tahu kapan menggunakannya. Seperti dia mempunyai sendok, garpu dan pisau. Bukankah tanpa garpu akan sangat sulit menikmati spageti dan apabila tanpa pisau bagaimana kita bisa menikmati steak yang panas di sebuah meja makan. Kini Sang ayah hidup penuh syukur karena menyadari alangkah indahnya mempunyai sesuatu yang berbeda ketimbang mempunyai 3 buah garpu. Karena akan sulit digunakan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Makna cerita tersebut merupakan refleksi tidak langsung bagaimana kita melihat perbedaan pada awalnya hingga kita menemukan bagaimana perbedaan itu menjadi kekuatan dan lalu kita berkata ” &lt;em&gt;Put your right man in the right place”.&lt;/em&gt; Kita bisa merefleksikannya dalam kehidupan keluarga kita atau di lingkungan kantor kita dengan adanya perbedaan pada karyawan kita. Akan menjadi sebuah kekuatan apabila kita bisa mencari peluang pendayagunaan dari sebuah perbedaan. Apabila kita bisa menilai dan memahami makna kompetensi (sekumpulan sifat, pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki yang membedakan kita dengan yang lain) secara lebih baik dan menempatkannya pada tempat yang sesuai, maka kita bisa mempergunakannyasebagai kekuatan untuk mendapatkan sinergi tanpa merusak makna dari perbedaan itu.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-8173469296183846417?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/8173469296183846417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/melihat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/8173469296183846417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/8173469296183846417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/melihat.html' title='Melihat perbedaan kompetensi: Put the right man in the right place'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-6914333219809765648</id><published>2009-06-09T09:45:00.002+08:00</published><updated>2009-06-13T23:02:25.985+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam penamaan / labeling jabatan di perusahaan sering terjadi kebingungan tentang apakah suatu jabatan itu sudah pantas dilabel dengan atau dimasukan ke level managerial ataupun masih dalam supervisory level. Akibatnya banyak  jabatan yang di label sebagai jabatan “manager” tapi sebenarnya dari karakteristik pekerjaannya masih melaksanakan tugas-tugas berkarakteristik supervisory dan sebaliknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Baik manajer ataupun seorang supervisor adalah orang-orang yang bekerja melalui tangan-tangan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dalam pencapaian tujuannya baik manager maupun supervisor mempunyai kesamaan dalam hal ruang lingkup kerjanya , yaitu: manajemen tugas/pekerjaan (task management), manajemen diri (self management), dan manajemen orang (people management), namun sebenarnya dua level jabatan tersebut dapat dibedakan dengan melihat berbagai karaterisitk dan ruang linkup tugas-tugas di kedua jabatan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di bawah ini terdapat table sederhana untuk dapat mengindentifikasi perbedaan karakteristik dan raung lingkup perkjaan manajer maupun supervisor:&lt;/p&gt;   &lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;strong&gt;Manajer&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;strong&gt; Penyelia&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;Menetapkan tujuan-tujuan&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;Mencapai tujuan-tujuan&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;Perencanaan&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;Mengimplementasikan perencanaan&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;Tidak menjadwalkan pekerjaan   orang lain.&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;Memberi jadwal pekerja&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;Mengantisipasi masalah&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;Menyelesaikan masalah yang   terjadi.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;Merencanakan penempatan posisi   supervisor&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;Memperkerjakan pekerja sesuai   dengan kebutuhan.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;Mengetahui seluruh bidang  fungsional&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;Mengetahui bidangnya   masing-masing.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;Tidak dapat menggantikan   ketidakhadiran anggota staff.&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;Dapat menggantikan   ketidakhadiran&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;Mendelegasikan Pelatihan&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;Melatih&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;Cukup banyak menggunakan waktu   untuk koordinasi antar departemen.&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;Lebih banyak menggunakan waktu   utk koordinasi internal departemen.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;Bertemu dengan orang-orang   diluar organisasi.&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;Jarang bertemu dengan   orang-orang diluar organisasi.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt;Memiliki tugas-tugas seremonial,   seperti berpidato, dan terlibat dalam acara kemasyarakatan&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;Tidak memiliki   kewajiban-kewajiban seremonial.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-6914333219809765648?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/6914333219809765648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/perbedaan-karateristik-dan-lingkup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/6914333219809765648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/6914333219809765648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/perbedaan-karateristik-dan-lingkup.html' title='Perbedaan Karateristik dan Lingkup Kerja Manager dan Supervisor'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-3787762096989049937</id><published>2009-06-09T09:42:00.002+08:00</published><updated>2009-06-13T23:03:32.472+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Deskripsi Tugas Manajer Pengembangan Organisasi (OD Manager)</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di bawah ini dijabarkan berbagai detail tugas-tugas khas seorang manajer pengembangan organisasi, yang biasanya dicantumkan saat pembuatan deskripsi tugas (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;jo&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;b description&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;) yang bersangkutan&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;" type="square"&gt;&lt;li&gt;Merencanakan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi pengembangan organisasi (mencakup bidang-bidang tertentu yang relevan dengan struktur organisasi dan lainnya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menetapkan dan memelihara sistem yang sesuai      untuk mengukur aspek-aspek penting kinerja organisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memonitor, mengukur dan melaporkan tentang rencana-rencana pengembangan organisasi dan pencapaiannya di dalam bentuk-bentuk / format dan rentang waktu yang telah disetujui&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan pengaturan kerja bawahan langsung (yang      melakukan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;direct report&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; kepadanya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengelola dan mengendalikan pembelanjaan per      departemen sesuai anggaran-anggaran yang sudah disetujui&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertindak sebagai penghubung (liaison) dengan para manajer functional / manajer department yang lain agar memahami semua aspek-aspek penting dalam pengembangan organisasi, dan untuk memastikan mereka telah mendapatkan informasi yang tepat dan mencukupi tentang  sasaran, tujuan / obyektif dan pencapaian-pencapaian dari pengembangan organisasi,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memelihara kesadaran dan pengetahuan tentang teori pengembangan organisasi yang up to date / sesuai zaman dan  metoda-metodanya  serta menyediakan penafsiran yang pantas kepada para direktur, para manajer dan staf di dalam organisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memastikan setiap aktivitas      mempunyai benang merah serta terintegrasikan dengan      persyaratan-persyaratan organisasi (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;organizational      requirements&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;) untuk bidang-bidang manajemen mutu, kesehatan dan keselamatan kerja, syarat-syarat hukum, kebijakan-kebijakan dan tugas umum kepedulian lingkungan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-3787762096989049937?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/3787762096989049937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/deskripsi-tugas-manajer-pengembangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/3787762096989049937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/3787762096989049937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/deskripsi-tugas-manajer-pengembangan.html' title='Deskripsi Tugas Manajer Pengembangan Organisasi (OD Manager)'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-7483658335099573698</id><published>2009-06-09T09:41:00.003+08:00</published><updated>2009-06-13T23:04:10.288+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Deskripsi Tugas Manajer Pelatihan dan Pengembangan (Training &amp; Development Manager)</title><content type='html'>Berikut ini di terdapat beberapa beberapa detail tugas-tugas khas seorang Manajer Training dan Pengembangan, yang biasanya dicantumkan saat pembuatan deskripsi tugas (job description) yang bersangkutan. Deskripsi tugas ini masih relevan untuk diberikan pada kepala pendidikan dan latihan (Kepala Dikat), atau sebagiannya dapat diberikan pada supervisor pelatihan bilamana pemegang jabatan memegang tanggung jawab di bidang training dan development di organisasi / insitusinya. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;ul style="text-align: justify;" type="square"&gt;&lt;li&gt;Merencanakan anggaran-anggaran pelatihan fungsional / per departemen, biaya-biaya peramalan (forecast) dan angka-angka peserta training seperti yang diperlukan oleh sistem perencanaan dan anggaran organisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengukur kebutuhan training yang relevan untuk karyawan baik untuk level individu atau level organisasi, berkonsultasi dengan kepala-kepala tiap departemen, termasuk metoda-metoda penilaian dan sistem pengukuran diperlukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu mengetahui informasi terkini tentang keterampilan-keterampilan dan level kualifikasi yang relevan yang diperlukan oleh karyawan untuk tetap mempunyai kinerja yang efektif dan menginformasikan ke setiap orang setiap tentang persyaratan dan informasi yang terkait dengan hal tersebut ke organisasi secara tepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat strategi dan rencana-rencana organisatoris untuk memenuhi kebutuhan pelatihan dan pengembangan, dan mengatur pelaksanaan pelatihan, pengukuran dan tindak lanjut yang diperlukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendisain program training dan kursus-kursus dan kurikulum yang di perlukan untuk memenuhi kebutuhan pelatihan atau mengatur terlaksanakan kegiatan ini dengan melibatkan penyedia jasa dari luar perusahaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengidentifikasi, memilih dan mengatur lembaga pelatihan dan akreditasi eksternal, para agensi serta penyedia-penyedia jasa training untuk melaksanakan training yang diperlukan sesuai denga standar yang sudah ditentukan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengorganisir tempat pelaksanaan pelatihan, logistik, pengangkutan, pemondokan seperti yang diperlukan untuk mencapai pengadaan dan pelaksanaan pelatihan secara efisien.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merencanakan dan melaksanakan kursus latihan secara pribadi sebagai supplement (tambahan) dari training yang disediakan secara external maupun internal oleh pihak lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyusun untuk pemeliharaan segala perlengkapan dan      material yang berhubungan dengan pelaksanaan dan pengukuran training.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merekrut, mengatur dan mengembangkan staf langsung      (yang melakukan &lt;em&gt;direct report&lt;/em&gt; kepadanya), jika ada.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memastikan setiap aktivitas dan bahan-bahan pelatihan mempunyai benang merah kebijakan-kebijakan organisatoris dan sesuai dengan undang-undang, termasuk kesehatan dan keselamatan, hukum ketenaga-kerjaan dan persamaan derajat / kesempatan (equal laws).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memonitor dan melaporkan tentang aktivitas,      biaya-biaya, kinerja, dll, seperti diperlukan.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Secara konsisten dan terus menerus mengembangkanlah diri sendiri, dan memelihara pengetahuan di dalam bidang-bidang yang terkait.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-7483658335099573698?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/7483658335099573698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/deskripsi-tugas-manajer-pelatihan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/7483658335099573698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/7483658335099573698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/deskripsi-tugas-manajer-pelatihan-dan.html' title='Deskripsi Tugas Manajer Pelatihan dan Pengembangan (Training &amp; Development Manager)'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-53773394769244459</id><published>2009-06-09T09:39:00.003+08:00</published><updated>2009-06-13T23:04:53.385+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Deskripsi Tugas Direktur Utama / President Director (Chairman)</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Direktur utama adalah jabatan yang ditunjuk dan memberi laporan kepada Dewan Direksi / &lt;em&gt;Board of Director&lt;/em&gt; (BOD)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah sebenarnya yang dikerjakan seorang direktur? Mengapa setiap hari dia bisa bekerja dengan kondisi kerja yang kelihatan “enak”. Cuma meeting atau bahkan lebih sering berada di luar kantor?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk lebih mengerti apa sebenarnya deskripsi tugas dan tanggung jawab yang diemban seorang direktur utama agar tetap sukses dalam tugasnya dalam mengepalai perusahaan ,silakan simak detail tugas  berikut, yang biasa  dicantumkan saat pembuatan deskripsi tugas (&lt;em&gt;job description&lt;/em&gt;) yang bersangkutan:&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Memimpin seluruh  dewan atau komite eksekutif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menawarkan visi dan imajinasi di tingkat tertinggi (biasanya bekerjasama dengan MD atau CEO)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memimpin rapat umum, dalam hal: untuk memastikan pelaksanaan tata-tertib; keadilan  dan kesempatan bagi semua untuk berkontribusi secara tepat; menyesuaikan alokasi waktu per item masalah; menentukan urutan agenda; mengarahkan diskusi ke arah konsensus; menjelaskan dan menyimpulkan tindakan dan kebijakan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertindak sebagai perwakilan organisasi dalam hubungannya dengan dunia luar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memainkan bagian terkemuka dalam menentukan komposisi dari board dan sub-komite, sehingga tercapainya keselarasan dan efektivitas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengambil keputusan sebagaimana didelegasikan oleh BOD atau pada situasi tertentu yang dianggap perlu, yang diputuskan, dalam meeting-meeting BOD.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjalankan tanggung jawab dari direktur perusahaan sesuai dengan standar etika dan hukum, sebagai referensi dalam … (apapun standar dokumen kebijakan direktur yang mungkin Anda gunakan).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-53773394769244459?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/53773394769244459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/deskripsi-tugas-direktur-utama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/53773394769244459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/53773394769244459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/deskripsi-tugas-direktur-utama.html' title='Deskripsi Tugas Direktur Utama / President Director (Chairman)'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-1496333846567413774</id><published>2009-06-08T15:27:00.003+08:00</published><updated>2009-06-13T23:05:35.322+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Deskripsi Tugas Direktur SDM (Human Resources Head / HR Director)</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesulit apakah mengelola sumber daya manusia dalam perusahaan? Hal ini mungkin sebagian bisa dijawab jika memperhatikan tugas dan tanggung jawab dari Direktur SDM (HR Director) yang ada pada point-point di bawah ini. Item-item ini merupakan deskripsi tugas yang biasanya dicantumkan saat pembuatan deskripsi tugas (job description) untuk seorang yang menjabat posisi tersebut.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Merencanakan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi di bidang pengelolaan dan pengembangan SDM (termasuk perekrutan dan pemilihan kebijakan / practices, disiplin, keluhan, konseling, upah dan peryaratannya, kontrak-kontrak, pelatihan dan pengembangan, perencanaan suksesi, moril dan motivasi, kultur dan pengembangan sikap dan moral kerja, manajemen penimbangan prestasi dan hal seputar manajemen mutu - dan  lain-lain (ditambahakan selama masih relvean)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menetapkan dan memelihara sistem yang sesuai untuk mengukur aspek penting dari pengembangan HR&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memonitor, mengukur dan melaporkan tentang permasalahan, peluang, rencana pengembangan yang berhubungan dengan SDM dan pencapaiannya dalam skala  waktu dan bentuk / format yang sudah disepakati.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengatur dan mengembangkan staf langsung (yang melakukan direct report  kepadanya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengelola dan mengendalikan pembelanjaan SDM per departemen sesuai anggaran-anggaran yang disetujui&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertindak sebagai penghubung (liaison) dengan para manajer functional / manajer department yang lain agar memahami semua aspek-aspek penting dalam pengembangan SDM, dan untuk memastikan mereka telah mendapatkan informasi yang tepat dan mencukupi tentang  sasaran, tujuan / obyektif dan pencapaian-pencapaian dari pengembangan SDM.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memelihara kesadaran dan pengetahuan tentang teori pengembangan HR yang sesuai zaman dan metoda-metoda dan menyediakan penafsiran yang pantas untuk para direktur, para manajer dan staf di dalam organisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berperan untuk evaluasi dan pengembangan strategi pengelolaan SDM dan kinerja dalam pengimplementasian strategi tersebut, dengan bekerja sama dengan tim eksekutif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memastikan setiap aktivitas mempunyai benang merah serta terintegrasikan dengan persyaratan-persyaratan organisasi (organizational requirements) untuk bidang-bidang manajemen mutu, kesehatan dan keselamatan kerja, syarat-syarat hukum, kebijakan-kebijakan dan tugas umum kepedulian lingkungan.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Jika merupakan jabatan direktur formal,  Melaksanakan tanggung-jawab dari seorang direktur utama / Board of Director (BOD) menurut patokan-patokan etis dan hukum yang berlaku, seperti  yang tuangkan di dalam kebijakan direktur atau dokumen standar (lain) yang biasa digunakan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-1496333846567413774?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/1496333846567413774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/deskripsi-tugas-direktur-sdm-human.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/1496333846567413774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/1496333846567413774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/deskripsi-tugas-direktur-sdm-human.html' title='Deskripsi Tugas Direktur SDM (Human Resources Head / HR Director)'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-5468151383444228691</id><published>2009-06-08T15:04:00.003+08:00</published><updated>2009-06-13T23:06:27.470+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Pemimpin yang seharusnya</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sebuah majalah bisnis bulanan meminta sejumlah pemimpin puncak perusahaan untuk melihat melampaui horison atas berita utama hari ini”, “mengamati masa depan”, dan “menjelaskan tugas yang paling berat yang akan dihadapi CEO di masa depan”. Saya pun diminta untuk melakukan hal yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam tanggapan saya, saya menulis, “Tiga tantangan utama yang akan dihadapi pemimpin puncak tidak banyak kaitannya dengan mengelola harta berwujud milik perusahaan; semua yang dilakukannya berkaitan dengan pemantauan kualitas: kepemimpinan, tenaga kerja dan hubungan.&lt;div class="fullpost"&gt; Setelah majalah itu terbit, seorang pemimpin perusahaan menulis surat kepada saya dan mengatakan, “Tanggapan anda sangat berarti bagi saya. Saya menganggap bahwa ketiga tantangan yang anda gambarkan adalah seperti kaki kursi. Sayangnya saya melihat pemimpin hanya menempatkan perhatian pada satu, atau mungkin dua dari kaki itu.”&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Beberapa tahun terakhir ini, perbandingan umum, tonggak penunjuk jalan dan batu peringatan akan segera berubah secepat waktu, tetapi satu hal yang tetap di pusat pusaran adalah sang pemimpin. Pemimpin masa depan bukanlah pemimpin yang telah belajar bagaimana mengerjakan sesuatu berdasarkan buku manual. Pemimpin masa kini dan masa depan akan diarahkan pada yang seharusnya, yaitu bagaimana mengembangkan mutu, karakter, pola pikir, nilai,prinsip, dan keberanian.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pemimpin yang seharusnya tahu bahwa orang adalah harta terbesar organisasi. Sebagai pemimpin ia harus menunjukkan kekuatan filosofi ini dalam istilah, perilaku, dan hubungan. Para pemimpin seperti ini sudah lama membuang hieraki, dan banyak melibatkan otak dan tangan membangun jenis struktur baru. Rancangan baru tersebut mengeluarkan orang-orang dari dalam kotak hierarki lama dan menggerakkan mereka ke dalam sistem manajemen yang lebih memutar, fleksibel, dan lancar, yang mencuatkan pembebasan semangat dan upaya manusia.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pemimpin yang seharusnya mengembangkan kepemimpinan yang terpencar dan beragam - membagi kepemimpinan pada sudut terjauh dari lingkaran untuk mengungkapkan kekuatan tanggung jawab bersama. Pemimpin membangun tenaga kerja, dewan, dan staf yang mencerminkan banyaknya ragam masyarakat dan lingkungan sehingga para pelanggan dan mereka yang terkait akan menyadari sendiri saat mereka melihat organisasi yang sangat beraneka ragam di masa depan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pemimpin yang seharusnya akan mempertahankan visi masa depan organisasi dan setengah memaksa mengobarkan semangat yang dibutuhkan untuk mebangun perusahaan. Pemimpin memobilisasi orang-orang di sekitar misi organisasi,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;memantapkan suatu kekuatan dalam masa yang tidak menentu di masa depan. Koordinasi sekitar misi ini menggerakkan suatu kekuatan yang ditransformasikan menjadi satu ke tempat kerja, di mana karyawan dan tim dapat menyatakan diri mereka sendiri dalam pekerjaan dan menemukan signifikasi melampaui tugas saat mereka mengelola misi. Melalui suatu fokus yang tetap pada misi, pemimpin seharusnya memberi kepada pemimpin perusahaan yang tersebar dan beraneka ragam seuatu kesadaran arah yang jelas dan peluang untuk menemukan makna dalam pekerjaan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pememimpin seharusnya tahu bahwa mendengarkan pelanggan dan belajar apa yang ia beri nilai akan merupakan komponen penting, bahkan lebih penting di masa depan ketimbang masa kini. Persaingan global dan lokal semakin cepat, dan kebutuhan untuk memfokuskan pada apa yang dibutuhkan pelanggan akan makin kuat.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Makna sosial terpenting dari pemimpin masa depan adalah cara mereka menghayati totalitas kepemimpinan, tidak sekedar memasukkan “organisasi saya” tetapi juga menjangkau ke luar dinding organisasi. Pemimpin yang baik apakah ia pria atau wanita, bekerja di sektor swasta, pemerintah, atau sosial, menyadari arti penting mereka yang membangun perusahaan, nilai dari tempat kerja yang mengembangkan orang-orang untuk berprestasi adalah penting untuk kelanjutan misi, serta perlunya suatu masyarakat yang sehat untuk untuk tercapainya sukses organisasi. Pemimpin yang bijaksana akan merangkul semua yang terlibat dalanm lingkaran yang mengitari perusahaan, organisasi, orang, kepemimpinan dan masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tantangan yang berasal dari luar organisasi memerlukan banyak perhatian, komitmen, dan semangat sebagai tugas yang paling penting di dalam organisasi. Pemimpin masa depan akan mengatakan “Hal ini tidak dapat dibiarkan” saat nmereka melihat sekolah, kesehatan anak-anak - yang merupakan tenaga kerja di masa depan - persiapan untuk hidup dan kerja yang tidak mencukup dalam banyak keluarga, dan orang-orang yang kehilangan kepercayaan terhadap lembaga mereka. Pemimpin baru akan membangun masyarakat yang sehat dengan semangat yang sama dengan semangat saat mereka membangun perusahaan yang sehat, produktif, dengan menyadari bahwa organisasi dengan kinerja tinggi tidak dapat hidup jika perusahaan tersebut mengecewakan orang-orangnya dan hidup dalam suatu masyarakat yang sakit.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dewasa ini kepedulian tentang langkanya kesetiaan karyawan kepada perusahaan dan berkurangnya kepercayaan perusahaan kepada karyawan merupakan pesan yang jelas bagi pemimpin masa depan. Kerasnya dunia bisnis mungkin mengakibatkan hancur dan punahnya filosofi mereka, seperti juga semangat dari orang-orang mereka. Pada akhirnya, jika organisasi sampai mengurangi tenaga kerja mereka, akankah pemimpin di masa depan akan angkat kaki atau akankah ada pemimpin baru yang mampu memandu visi, prinsip, dan nilai yang membangun kepercayaan dan meningkatkan semangat dan kreativitas karyawannya?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pengamat yang cermat tidak hanya akan meramalkan masa-masa menguntungkan, tetapi juga tentang masa kekacauan yang ada di hadapan pemimpin, peluang yang menakjubkan yang terbentang bagi mereka yang akan memimpin perusahaan dan negara ini ke dalam suatu jenis masyarakat baru - suatu masyarakat yang memiliki anak-anak sehat, keluarga sejahtera, dan pekerjaan yang bisa memberikan harga diri kepada setiap orang. Dalam arena inilah pemimpin dengan pola pikir dan visi baru mempererat hubungan yang melintasi ketiga sektor untuk membangun kemitraan dan masyarakat. Hal ini memerlukan suatu kelompok manusia yang berbeda, yang terdiri atas pemimpin yang berani melihat kehidupan dan masyarakat secara menyeluruh, yang memandang kerja sebagai peluang menyenangkan untuk mewujudkan apa pun yang ada di dalamnya. Pemimpin tersebut juga mampu memberi semangat dan sinar kehidupan serta mempunyai keberanian memimpin di depan mengenai isu, prinsip, visi, misi, dan yang menjadi bintang untuk mengendalikannya. Pemimpin masa depan hanya dapat berspekulasi pada sesuatu hal yang terwujud yang akan mendefiniskan tantangan yang dihadapi di masa depan. Tetapi kualitas tak berwujud dari kepemimpinan yang diperkukan sama tetapnya seperti bintang kejora di langit. Kualitas kepemimpinan yang tak berwujud ini dinyakatakan dalam karakter, kekuatan yang ada di dalamnya, dan tentang bagaimana seharusnya pemimpin melewati masa depan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;(Diadaptasi dari “Pemimpin Yang Seharusnya”, Frances Hesselbein, “The Leaderof The Future”, The Drucker Foundation”)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-5468151383444228691?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/5468151383444228691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/pemimpin-yang-seharusnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/5468151383444228691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/5468151383444228691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/pemimpin-yang-seharusnya.html' title='Pemimpin yang seharusnya'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-7145785586989207532</id><published>2009-06-08T14:57:00.004+08:00</published><updated>2009-06-13T23:07:20.612+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Memilih Gaya Manajemen</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Apakah anda sekarang sedang mencari-cari gaya manajemen yang dapat anda terapkan pada seluruh karyawan anda? Okay, sebaiknya anda hentikan saja usaha anda. Mengapa? Karena ada kesepakatan di antara para ahli manajemen yang menyatakan bahwa tak ada satu gaya pun yang paling baik. Malah, jauh lebih efektif bila anda menggunakan beberapa gaya manajemen.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pendekatan ini, yang dikenal dengan “situational leadership” atau kepemimpinan situasional, meminta manajer untuk mengubah-ubah gaya kemanajemenannya tergantung pada jawaban atas dua pertanyaan berikut:&lt;div class="fullpost"&gt; 1)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seberapa kompeten karyawan anda menyelesaikan tugas-tugasnya? 2) Seberapa mandiri karyawan anda melakukan tugas-tugasnya sendiri? Keefektifan dari seorang manajer tidak ditentukan oleh gaya apa yang cocok bagi dirinya, melainkan apakah gaya manajemen tersebut cocok lagi karyawannya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kepemimpinan situasional terdiri dari empat macam gaya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;1–Pertama disebut “directing” / pengarahan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gaya ini dicirikan dengan memberikan instruksi kepada karyawan, melakukan supervisi yang ketat atas kinerja mereka, dan melakukan hampir semua pengambilan keputusan dan pemecahan masalah oleh anda sendiri. Gaya ini cocok diterapkan pada mereka yang baru bekerja pada suatu proyek, atau mereka yang tidak memiliki kemampuan dan kinerja cukup baik, atau bila anda berada dalam suatu krisi dan tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan konsultasi dengan karyawan anda. Bagaimana pun, manajer yang menggunakan gaya ini terus-menerus akan mudah dipandang sebagai manajer yang otokratik.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;2–Kedua disebut dengan “cosultative atau coaching” / konsultasi atau bimbingan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Gaya ini meminta manajer untuk tetap memberikan pengarahan tetapi mulai melibatkan karyawan lebih banyak dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Gaya ini disempurnakan dengan meminta opini pribadi karyawan, mengajukan pertanyaan untuk dijawab, dan menunjukkan minat anda pada mereka sebagai seorang individu. Gaya ini cocok diterapkan bila karyawan anda bukan lagi seorang pemula tetapi belum mencapai tingkat ketrampilan tinggi atau belum memiliki kepercayaan diri atas kemampuannya dalam menangani tugas-tugas mereka.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;3–Ketiga disebut dengan “supporting” / dukungan&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Anda menggunakan gaya ini bila karyawan anda mampu melakukan tugas-tugas mereka namun tidak cukup memiliki kepercayaan diri. Dalam hal ini, peran anda adalah menguatkan suara mereka dan menjadi mitra diskusi bagi pemecahan masalah. Anda bukan orang yang wajib memecahkan masalahnya tetapi anda memberikan dukungan serta keberanian agar mereka mampu memecahkan masalah itu sendiri. Dengan melakukan ini anda akan meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri karyawan anda.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;4–Keempat disebut dengan “delegating” / delegasi&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Anda menggunakan gaya ini pada karyawan yang telah trampil dan memiliki kepercayaan diri atas kemampuan mereka melakukan tugas-tugasnya. Dalam banyak hal, karyawan pada tingkat ini mampu memanaje diri sendiri dan hanya datang pada anda untuk membicarakan proyek baru, tugas-tugas baru atau mereka membutuhkan bantuan anda. Bagaimana pun, tetaplah diingat bahwa jika anda menggunakan gaya ini sebelum karyawan anda benar-benar siap, mereka malah akan merasa anda sedang bertingkah seperti bos saja.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Memilih Gaya Management&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memilih gaya mana yang tepat dengan karyawan anda adalah bagaimana anda menilai kecapakan dan kemandirian karyawan dalam melakukan tugas-tugas mereka. Bila ketrampilan karyawan adalah rendah, gunakan lebih banyak gaya “directing”. Bila karyawan anda tampaknya cukup kompeten, gunakan gaya “coaching”. Bila karyawan anda benar-benar kompeten tetapi tak cukup berani, pilihlah gaya “supporting”. Dan, jika karyawan anda benar-benar trampil serta berani mengambil keputusan, gunakan gaya “delegating”&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Memilih gaya yang tepat bukan hal yang mudah. Bila anda menggunakan gaya yang keliru anda akan menciptakan masalah produktivitas dan moral. Sebagai misal, menggunakan gaya “directing” pada karyawan yang telah kompeten akan mengakibatkan penurunan kepercayaan diri dan kemampuannya, bahkan mungkin mereka menganggap andalah yang tidak memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk memanaje mereka. Sebaliknya, menggunakan gaya “supporting” atau “delegating” pada karyawan yang tidak kompeten akan mendorong karyawan dan anda sendiri jatuh pada kegagalan. Dengan menentukan secara tepat bagaimanakah kondisi karyawan anda serta menyesuaikan kebutuhannya dengan gaya manajemen yang tepat, maka anda dan karyawan anda akan dapat mencapai tujuan dengan memuaskan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ada baiknya anda camkan tiga hal berikut.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;1–Teruslah mengubah gaya manajemen anda seiring dengan perkembangan kemampuan dan kepercayaan diri karyawan, atau anda akan membuat karyawan anda tetap terkungkung dalam tingkat pengembangan diri yang terlalu rendah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;2–Bersiap-siaplah untuk menggunakan gaya yang berbeda pada orang yang sama karena mungkin ia memiliki kecapakan pada suatu tugas, tetapi pada tugas-tugas baru ia membutuhkan gaya yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;3–Anda harus senantiasa bertujuan meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri karyawan, meski tidak semua karyawan anda akan berhasil mendapatkan gaya “delegating” anda.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kesimpulannya, pendekatan kepemimpinan situasional telah menjadi populer untuk memanaje orang karena ia mengakui perbedaan masing-masing orang serta ia menunjukkan jalan untuk menggerakkan karyawan dari tingkat yang rendah menuju tingkat lebih tinggi, baik di bidang kompetensi dan kemandiriannya. Bila anda belajar untuk menggunakannya, tugas anda akan semakin lebih mudah karena karyawan anda belajar bagaimana memanaje diri mereka sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;(Choosing the Right Management Style, Dawn Hodson, Women as Managers)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-7145785586989207532?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/7145785586989207532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/memilih-gaya-manajemen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/7145785586989207532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/7145785586989207532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/memilih-gaya-manajemen.html' title='Memilih Gaya Manajemen'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-1188169349458077683</id><published>2009-06-08T14:52:00.002+08:00</published><updated>2009-06-13T23:07:59.361+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Etika dalam Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;1–Apakah “Etika” itu?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah sistem nilai pribadi yang digunakan memutuskan apa yang benar, atau apa yang paling tepat, dalam suatu situasi tertentu; memutuskan apa yang konsisten dengan sistem nilai yang ada dalam organisasi dan diri pribadi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;2–Apakah “Kepemimpinan yang Etis” itu&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik; dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. &lt;div class="fullpost"&gt; Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula, serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;3–Saran-saran untuk perilaku secara etik&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi, maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Ada beberapa saran yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a–berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;(Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini; jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda.) Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;b–berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;c–berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. Kesabaran, kata Blanchard dan Peale, menolong kita untuk bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang, serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;d–berperilakulah dengan teguh. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu, bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. Seorang pemimpin etik, menurut Blanchard dan Peale, memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;e–berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebh jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;(Diadaptasi dari presentasi “Ethical Leadership: Doing What’s Right”, Sara A. Boatman)&lt;/p&gt; &lt;p class="akpc_pop"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="akpc_help"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-1188169349458077683?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/1188169349458077683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/etika-dalam-kepemimpinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/1188169349458077683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/1188169349458077683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/etika-dalam-kepemimpinan.html' title='Etika dalam Kepemimpinan'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-3298577978626800186</id><published>2009-06-08T14:37:00.003+08:00</published><updated>2009-06-13T23:08:37.210+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>KUALITAS PEMIMPIN</title><content type='html'>&lt;p&gt;Selama beberapa bulan saya telah mengadakan interview dengan beberapa klien untuk mendefinisikan kualitas-kualitas terbaik dari pemimpin-pemimpin yang paling efektif. Berikut ini adalah lima kualitas yang paling sering disebut-sebut sebagai kualitas paling penting yang dimiliki oleh para pemimpin tersebut&lt;div class="fullpost"&gt; :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1–&lt;strong&gt;Pemimpin mendengarkan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Para pemimpin besar tahu pasti bahwa mereka tidak memiliki semua jawaban.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karenanya mereka tidak merasa canggung untuk bertanya dan meminta pendapat maupun wawasan dari orang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;2–&lt;strong&gt;Pemimpin menunjukkan arah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Para pemimpin menunjukkan arah dengan mengembangkan dan memberikan dukungan visi, misi, dan tujuan bagi diri mereka sendiri dan organisasi mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mereka tahu bagaimana memberikan dorongan dan dukungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mereka pun selalu berusaha menemukan cara-cara yang lebih baik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;3–&lt;strong&gt;Pemimpin menciptakan lingkungan yang penuh motivasi.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Para pemimpin menciptakan suasana motivasi yang menyala-nyala dalam menghadapi perubahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Para pemimpin itu menunjukkan penghargaan dan keberanian (daripada mencemooh atau menyalahkan orang lain) pada mereka yang bersedia mencoba hal-hal baru meski mungkin saja mereka gagal.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;4–&lt;strong&gt;Pemimpin tidak menyalahkan&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Daripada menyalahkan, mereka senantiasa belajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemimpin sejati berusaha menciptakan lingkungan kerja yang menunjang suasana pembelajaran yang tiada henti serta pembaharuan diri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mereka dengan bebas membagikan keahlian dan juga kegagalan-kegagalan mereka.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;5–&lt;strong&gt;Pemimpin memimpin dengan teladan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemimpin menjadi teladan dan mempertahankan nilai-nilai yang tak berubah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Para pemimpin besar memiliki standar profesional dan personal yang tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mereka juga menghargai kekayaan yang ada pada keragaman dan perbedaan para karyawannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mereka realitis. Mereka bukan orang yang berkata, “Lakukan sebagaimana kataku, bukan sebagaimana tingkahku.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemimpin besar menjaga komitmen mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemimpin membagikan kekuasaan mereka dalam membuat keputusan dengan orang lain di seluruh organisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mereka paham benar dengan perbedaan antara “kekuatan” dan “kekuasaan”. Kekuatan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan tindakan secara efektif. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan. Apakah anda lebih suka terinspirasikan atau terkendalikan?&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Apakah para pemimpin anda menunjukkan kualitas-kualitas tersebut di atas?&lt;br /&gt;Jika tidak, bagian manakah yang terlewati dan apa yang harus anda lakukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Linda R. Dominguez, CoachingWeekly, http://www.executive-coaching.com)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-3298577978626800186?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/3298577978626800186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/kualitas-pemimpin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/3298577978626800186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/3298577978626800186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/kualitas-pemimpin.html' title='KUALITAS PEMIMPIN'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-6341986398578588385</id><published>2009-06-07T23:04:00.002+08:00</published><updated>2009-06-13T23:09:18.864+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>MODEL 7P PADA MANAJEMEN SDM DI RUMAH SAKIT</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber daya manusia merupakan elemen organisasi yang sangat penting. Sumber daya manusia merupakan pilar utama sekaligus penggerak roda organisasi dalam upaya mewujudkan visi dan misinya. Karenanya harus dipastikan sumber daya ini dikelola dengan sebaik mungkin agar mampu member kontribusi secara optimal. Maka diperlukanlah sebuah pengelolaan secara sistematis dan terencana agar tujuan yang diinginkan dimasa sekarang dan masa depan bisa tercapai yang sering disebut sebagai manajemen sumber daya manusia.&lt;div class="fullpost"&gt; Tujuan manajemen sumberdaya manusia adalah mengelola atau mengembangkan kompetensi personil agar mampu merealisasikan misi organisasi dalam rangka mewujudkan visi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rumah sakit merupakan organisasi pelayanan jasa yang mempunyai kespesifikan dalam hal SDM, sarana prasarana dan peralatan yang dipakai. Sering rumah sakit dikatakan sebagai organisasi yang padat modal, padat sumber daya manusia, padat tehnologi dan ilmu pengetahuan serta padat regulasi. Padat modal karena rumah sakit memerlukan investasi yang tinggi untuk memenuhi persyaratan yang ada. Padat sumberdaya manusia karena didalam rumah sakit pasti terdapat berbagai profesi dan jumlah karyawan yang banyak. Padat tehnologi dan ilmu pengetahuan karena di dalam rumah sakit terdapat peralatan-peralatan canggih dan mahal serta kebutuhan berbagai disiplin ilmu yang berkembang dengan cepat. Padat regulasi karena banyak regulasi/peraturan-peraturan yang mengikat berkenaan dengan syarat-syarat pelaksanaan pelayanan di rumah sakit.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber daya manusia yang ada di rumah sakit terdiri dari : 1) Tenaga kesehatan yang meliputi medis (dokter), paramedis(perawat) dan paramedis non keperawatan yaitu apoteker, analis kesehatan, asisten apoteker, ahli gizi, fisioterapis, radiographer, perekam medis. 2) Tenaga non kesehatan yaitu bagian keuangan, administrasi, personalia dll.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah model manajemen SDM yang di kenal yaitu model 7P yang merupakan kependekan dari Perencanaan - Penerimaan - Pengembangan - Pembudayaan - Pendayagunaan - Pemeliharaan - Pensiun yang keseluruhannya menggambarkan siklus kegiatan manajemen SDM mulai dari perencanaan SDM sampai karyawan memasuki masa pensiun.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penerapan model 7P di rumah sakit meliputi :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1.      &lt;strong&gt;Perencanaan&lt;/strong&gt;. Perencanaan merupakan aktivitas proses penetapan apa yang ingin dicapai dan pengorganisasian sumberdaya untuk mencapainya. Perencanaan sumber daya manusia meliputi jenis tenaga yang dibutuhkan dan berapa jumlahnya yang disesuaikan dengan lingkup pelayanan yang akan dilaksanakan. berapa jumlah dokternya, perawatnya dan tenaga lainnya serta apakah perlu fisioterapis atau tenaga yang lain tergantung lingkup pelayanannya. Lingkup pelayanan ini biasanya ditentukan berdasarkan tipe rumah sakitnya. Lingkup pelayanan rumah rumah sakit (tipe A/B/C/D) mempunyai standar minimal. Misalnya untuk rumah sakit tipe C minimal pelayanan medisnya adalah 4 besar spesialistik yaitu spesialis obsgyn, anak, bedah dan dalam. Dengan adanya ketentuan tersebut maka tentu saja perencanaan SDM di rumah sakit tipe C akan berbeda dengan tipe yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2.      &lt;strong&gt;Penerimaan.&lt;/strong&gt; Penerimaan karyawan merupakan tahap yang sangat kritis dalam manajemen SDM. Bukan saja karena biaya proses penerimaan karyawan sangat mahal tetapi merekrut orang yang tidak tepat ibarat menanam benih yang buruk. Ia akan menghasilkan buah yang dapat merusak tatanan sebuah organisasi secara keseluruhan. Rumah sakit perupakan sebuah organisasi pelayanan jasa yang sifat produknya &lt;em&gt;intangible&lt;/em&gt; (tidak bisa dilihat) tetapi bisa dirasakan. Dan pelayanan ini hampir mutlak langsung diberikan oleh karyawan (bukan oleh mesin/atau alat). Sehingga sikap, perilaku dan karakter karyawan sangat mempengaruhi kualitas jasa yang diberikan. Oleh karena itu, proses penerimaan SDM rumah sakit harus memperhatikan sikap, perilaku dan karakter calon karyawan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.      &lt;strong&gt;Pengembangan.&lt;/strong&gt; Kompetensi SDM tidak terbentuk dengan otomatis. Kompetensi harus dikembangkan secara terencana sesuai dengan pengembangan usaha agar menjadi kekuatan untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi. Di rumah sakit diperlukan karyawan yang selalu meningkat kompetensinya karena tehnologi, ilmu pengetahuan tentang pelayanan kesehatan berkembang sangat pesat dari waktu kewaktu. Adanya peralatan baru, metode perawatan yang berubah merupakan contoh betapa perlunya pengembangan kompetensi. Kegiatan pengembangan kompetensi ini antara lain pendidikan dan pelatihan, pemagangan di rumah sakit lain, rotasi, mutasi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.      &lt;strong&gt;Pembudayaan.&lt;/strong&gt; Budaya perusahaan merupakan pondasi bagi organisasi dan pijakan bagi pelaku yang ada didalamnya. Budaya organisasi adalah norma-norma dan nilai-nilai positif yang telah dipilih menjadi pedoman dan ukuran kepatutan perilaku para anggota organisai. Anggota organisasi boleh pintar secara rasional, tetapi kalau tidak diimbangi dengan kecerdasan emosional dan kebiasaan positif maka intelektual semata akan dapat menimbulkan masalah bagi organisasi. Pembentukan budaya organisasi merupakan salah satu lingkup dalam manajemen SDM.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.      &lt;strong&gt;Pendayagunaan.&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;The right person in the right place&lt;/em&gt; merupakan salah satu prinsip pendayagunaan. Bagaimana kita menempatkan SDM yang ada pada tempat atau tugas yang sebaik-baiknya sehingga SDM tersebut bisa bekerja secara optimal. Ada SDM yang mudah bergaul, luwes, sabar tetapi tidak telaten dalam hal keadministrasian. Mungkin SDM ini cocok di bagian yang melayani publik daripada bekerja di kantor sebagai administrator. Lingkup pendayagunaan ini adalah mutasi, promosi, rotasi, perluasan tugas dan tanggung jawab.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.      &lt;strong&gt;Pemeliharaan.&lt;/strong&gt; SDM merupakan manusia yang memiliki hak asasi yang dilindungi dengan hukum. Sehingga SDM tidak bisa diperlakukan semaunya oleh perusahaan karena bisa mengancam organisasi bila tidak dikelola dengan baik. SDM perlu dipelihara dengan cara misalnya pemberian gaji sesuai standar, jamisan kesehatan, kepastian masa depan, membangun iklim kerja yang kondusif, memberikan penghargaan atas prestasi dsb.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;7.      &lt;strong&gt;Pensiun.&lt;/strong&gt; Dengan berjalannya waktu SDM akan memasuki masa pensiun. Rumah sakit harus menghindari kesan ” habis manis sepah dibuang”, dimana ketika karyawannya sudah masa pensiun kemudian di keluarkan begitu saja. Karena itu sepatutnya rumah sakit mempersiapkan karyawannya agar siap memasuki dunia purna waktu dengan keyakinan. Ada banyak hal yang bisa disiapkan yaitu pemberikan tunjangan hari tua yang akan diberikan pada saat karyawan pensiun, pemberikan pelatihan-pelatihan khusus untuk membekali calon purnakarya.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-6341986398578588385?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/6341986398578588385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/model-7p-pada-manajemen-sdm-di-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/6341986398578588385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/6341986398578588385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/model-7p-pada-manajemen-sdm-di-rumah.html' title='MODEL 7P PADA MANAJEMEN SDM DI RUMAH SAKIT'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-489908727628939658</id><published>2009-06-07T22:58:00.002+08:00</published><updated>2009-06-13T23:10:08.372+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen SDM'/><title type='text'>Analisa Kebutuhan Training di Rumah Sakit</title><content type='html'>Salah satu peran manajemen SDM adalah melakukan pengembangan terhadap kompetensi semua karyawan agar memenuhi dan menjadi kekuatan organisasi untuk mencapai tujuan dan cita-citanya. Secara sistematis proses pengembangan kompetensi diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan melalui analisa kebutuhan pelatihan (&lt;em&gt;Training Need Analysis&lt;/em&gt;) atau penilaian kompetensi berdasarkan tugas dan tanggung jawab karyawan baik sekarang maupun yang akan datang.&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Analisa kebutuhan pelatihan bertujuan untuk menemukan kesenjangan antara pengetahuan dan kemampuan karyawan dengan yang seharusnya di ketahui dan dilakukan. Analisa kebutuhan adalah menganalisis apa yang senyatanya dengan apa yang seharusnya. Apa yang seharusnya merupakan persyaratan kompetensi yang harus dipunyai oleh karyawan. Kesenjangan (gap) yang teridentifikasi dari pembandingan itu merupakan ruang pengembangan kompetensi dengan pelatihan atau yang lainnya. Idealnya pengembangan kompetensi tersebut dilakukan secara seimbang antara dimensi mental, social, spiritual dan fisik sehingga mampu menciptakan kekuatan sinergis.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rumah sakit merupakan organisasi dengan kompleksitas yang sangat tinggi. Sering rumah sakit diistilahkan sebagai organisasi yang padat modal, padat SDM, padat teknologi, padat ilmu pengetahuan dan padat regulasi. Jumlah SDM yang banyak dengan berbagai profesi yang ada, teknologi dan ilmu pengetahuan yang selalu berkembang serta regulasi yang berubah menuntut adanya program pengembangan kompetensi yang selalu berjalan terus menerus agar rumah sakit bisa menjaga eksistensinya. Selain itu, rumah sakit sebagai organisasi pelayanan jasa, SDM mempunyai peran sangat penting dalam menentukan kualitas produk rumah sakit. Sehingga kompetensinya harus selalu di kembangkan. Pelatihan merupakan salah satu program pengembangan kompetensi dan agar bisa efektif dan mencapai sasaran perlu di lakukan analisa kebutuhan pelatihan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada 3 tipe analisa kebutuhan pelatihan yaitu,&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Organizational based need analysis,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Job competency based need analysis,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Person Competency need analysis.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikut uraiannya:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Organizational based need analysis&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; merupakan analisa yang dilakukan berdasarkan pada kebutuhan strategis rumah sakit dalam merespon bisnis masa depan. Kebutuhan strategis ini dirumuskan dengan mengacu pada corporate strategy dan corporate value yang merupakan faktor kunci efektifitas dan keberhasilan organisasi. Sebagai contoh hasil rumusan dari corporate strategy dan corporate value yang merupakan faktor kunci keberhasilan rumah sakit adalah Communication, Teamwork, Exelence service, Learning , Leadership, Development. Dari faktor-faktor kunci tadi dilakukan penilaian untuk mengidentifikasi pada faktor apa rumah sakit masih mengalami kekurangan yang paling besar, dan karenanya perlu diprioritaskan pengembangan pelatihannya. Misalnya dari hasil menilaian ternyata teamwork kurang dan pelayanan belum excellence maka perlu dilakukan pelatihan tentang dua hal tersebut di bagian-bagian yang terkait.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Job competency based need analysis&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; adalah analisa kebutuhan pelatihan yang didasarkan pada profil kompetensi yang dipersyaratkan untuk setiap posisi/jabatan. Dalam setiap jabatan dalam organisasi pasti ada persyaratan-persyaratan yang menyertainya. Misalnya bagian pemasaran dipersyaratkan mampu melakukan analisis pasar dan membuat program-program pemasaran, maka salah satu pelatihan yang harus diikuti oleh pejabat tersebut adalah pelatihan tentang pemasaran. Kepala bangsal dipersyaratkan mampu mengelola bangsal dengan baik, maka perlu ada pelatihan manajemen kepala bangsal.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Person Competency need analysis&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; adalah analisa kebutuhan pelatihan yang didasarkan pada kesenjangan ( gap) antara level kompetensi yang dipersyaratkan dengan level kompetensi aktual karyawan/individu. Misalnya untuk perawat di unit gawat darurat dipersyaratkan mempunyai sertifikat PPGD, maka masing-masing indivisu dinilai apakah sudah memenuhi syarat tersebut atau belum. Kalau belum, maka perlu diberikan pelatihan tersebut. Dokter yang berada di unit gawat darurat dipersyaratkan mempunyai sertifikat ATLS dan ACLS, maka bagi dokter yang belum memenuhi perlu diikutkan pelatihan tersebut. Selain mengidentifikasi kemampuan skill dan knowledgenya, perlu juga di analisis kesenjangan perilaku karyawan dari standar yang dipersyaratkan, misalnya kemampuan komunikasinya, keberagamaannya dan lain-lain.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hasil-hasil analisis identifikasi kesenjangan kompetensi tadi dirangkum sebagai dasar dalam pembuatan perencanaan program pelatihan. Dengan analisis kebutuhan pelatihan yang komprehensif ini maka diharapkan program pelatihan menjadi salah satu program pengembangan karyawan yang terintegrasi sehingga mampu menaikkan daya saing rumah sakit.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-489908727628939658?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/489908727628939658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/analisa-kebutuhan-training-di-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/489908727628939658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/489908727628939658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/analisa-kebutuhan-training-di-rumah.html' title='Analisa Kebutuhan Training di Rumah Sakit'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-7860999301321322548</id><published>2009-06-07T22:32:00.002+08:00</published><updated>2009-06-13T23:10:41.169+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Manajer dan Leader sama nggak sih?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Menurut opini, leadership dan manajemen jelas berbeda. Seorang manajer belum tentu dapat menjadi leader. Seorang leader yang baik memiliki karakteristik inovasi, original, pengembang, dll. Ia fokus pada orang-orangnya (team), menginspirasikan kepercayaan, mempunyai pandangan luas dan leadership adalah soal menghadapi perubahan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dengan karakteristik yang tersirat dari seorang leader, maka Ia akan dapat mempengaruhi pikiran dan tindakan dari orang lain. Ia dapat membawa orang-orangnya tersebut menuju perubahan yang mungkin sekarang dianggap “ANEH”, namun kedepannya malah menjadi istimewa alias inovatif.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Manajemen adalah menghadapi kompleksitas. Hal-hal praktis dan prosedur menjadi perhatiannya. Manajer seringkali menggunakan taktik negosiasi dan tawar-menawar dengan bawahannya. Kadangkala manajer menggunakan reward, punishment dan bentuk lain dalam mempengaruhi performa bawahannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berbeda dengan seorang leader. Leader berusaha masuk ke pribadi bawahannya. Leader berusaha membaur dan meluruskan mereka. Seorang leader berusaha melihat suatu hal dari kacamata/sudut pandang orang lain. Ia juga berusaha membangun talenta orang lain, membangun kepercayaan team, membuat idenya bisa diterima. &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hal ini sangat kontras dengan manajer karena manajer selalu/seringkali mengatur orang lain untuk mencapai tujuan yang telah manajer buat sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-7860999301321322548?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/7860999301321322548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/manajer-dan-leader-sama-nggak-sih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/7860999301321322548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/7860999301321322548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/manajer-dan-leader-sama-nggak-sih.html' title='Manajer dan Leader sama nggak sih?'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-3343780936181838817</id><published>2009-06-07T22:27:00.002+08:00</published><updated>2009-06-13T23:11:22.261+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Leadership Quotes (Kepemimpinan)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Managers are people who do things right, while leaders are people who do the right thing.  &lt;i&gt; Menejer adalah orang-orang yang melakukan hal-hal dengan baik, sementara pemimpin adalah orang-orang yang melakukan hal-hal yang baik&lt;/i&gt;. Warren Bennis, Ph.D. “On Becoming a Leader”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The best example of leadership, is leadership by example. &lt;div class="fullpost"&gt; &lt;i&gt; Contoh kepemimpinan yang paling baik adalah kepemimpinan dengan memberikan contoh&lt;/i&gt;.                                                     Jerry McClain of Seattle, WA&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;If it’s a good idea, go ahead and do it. It is much easier to apologize than it is to get permission. &lt;i&gt;Jika kita mempunyai ide yang mantap, teruskan dan kerjakan. Lebih mudah meminta maaf daripada untuk mendapatkan izin. &lt;/i&gt;Admiral Grace Hopper&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The most important quality in a leader is that of being acknowledged as such. &lt;i&gt;Kualitas yang paling penting dari seorang pemimpin adalah mendapatkan pengkuan&lt;/i&gt;                                                                Andre Maurois&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;You gain strength, courage and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face. You must do the thing you think you cannot do. &lt;i&gt;Anda memperoleh kekuatan, semangat dan percaya diri dari setiap pengalaman dimana anda benar-benar berhenti menatap rasa takut dihadapan. Anda harus melakukan hal-hal yang anda anggap tidak bisa anda lakukan. &lt;/i&gt;                    Eleanor Roosevelt&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Leadership in today’s world requires far more than a large stock of gunboats and a hard fist at the conference table. &lt;i&gt;Kepemimpinan diera sekarang ini membutuhkan tidak sekedar peralatn perang dan bentrokan di meja rapat.  &lt;/i&gt;           Hubert H. Humphrey&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;All of the great leaders have had one characteristic in common: it was the willingness to confront unequivocally the major anxiety of their people in their time. This, and not much else, is the essence of leadership. &lt;i&gt;Sebenarnya semua pemimpin besar memiliki karakter yang biasa biasa saja; namun kemauan besar yang dimilikinya untuk menghadapi ketakutan dan kegelisahan rakyat. Dan ini lah sebenarnya esensi dari kepemimpinan &lt;/i&gt;                           John Kenneth Galbraith, U.S. economist ìThe Age of Uncertaintyî&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The real leader has no need to lead – he is content to point the way. &lt;i&gt;Pemimpin sebenarnya tidak perlu memimpin, tapi mengarahkan  &lt;/i&gt; Henry Miller&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Leadership consists not in degrees of technique but in traits of character; it requires moral rather than athletic or intellectual effort, and it imposes on both leader and follower alike the burdens of self-restraint. Kepemimpinan bukan terdiri derajat-derajat teknis, tapi merupakan pembawaan karakter. &lt;i&gt;Kepemimpinan lebih membutuhkan moralitas ketimbang usaha-usaha fisik dan intelektual, dan memberikan pembebebanan kepada pemimpin itu sendiri dan bawahannya untuk dapat menahan dan mengendalikan diri sendiri. &lt;/i&gt;  – Lewis H. Lapham&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;I am a leader by default, only because nature does not allow a vacuum. &lt;i&gt;Saya menjadi pemimpin karena kegagalan, hanya karena alam ini tidak menginginkan kevakuman. &lt;/i&gt;- Bishop Desmond Tutu&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;If one is lucky, a solitary fantasy can totally transform one million realities. &lt;i&gt;Jika seseorang beruntung, sebuah fantasi dapat berubah menjadi jutaan kenyataan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Maya Angelou&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;People ask the difference between a leader and a boss. . . The leader works in the open, and the boss in covert. The leader leads, and the boss drives. &lt;i&gt;Orang bertanya tentang perbedaan antara pemimpin dan boss. Pemimpin bekerja secara terbuka sedangkan boss bekerja dengan cara mengkonfersi atau merubah. Pemimpin itu memimpin, sedangkan boss menyetir atau mengemudi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Theodore Roosevelt&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The final test of a leader is that he leaves behind him in other men the conviction and the will to carry on. . . . The genius of a good leader is to leave behind him a situation which common sense, without the grace of genius, can deal with successfully. &lt;i&gt;Test akhir dari seorang pemimpin adalah dia tinggalkan kepada orang-orang sebuah keyakinan dan kemauan untuk terus dilanjutkan. Kejeniusan dari seorang pemimpin adalah meninggalkan suasana dapat mebuat kesuksesan, tanpa ada kesan bahwa itu adalah sesuatu yang jenius.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Walter Lippmann&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;There is no such thing as a perfect leader either in the past or present, in China or elsewhere. If there is one, he is only pretending, like a pig inserting scallions into its nose in an effort to look like an elephant. &lt;i&gt;Tidak ada yang sempurna didunia ini baik dari masa lalu atau sekarang, di Cina atau dimana saja. Jika ada orang yang sempurna, dia hanya berpura-pura seperti seekor babi yang memasukan sesuatu kedalam hidungnya agar kelihatan seperti seekor gajah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Liu Shao-ch’i &lt;span id="more-45"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Our flag is red, white and blue, but our nation is a rainbow-red, yellow, brown, black and white-and we’re all precious in God’s sight. &lt;i&gt;Bendera kita berwarna merah, putih dan biru, tapi bangsa kita seperti pelangi; merah, kuning, hitam, dan putih; kita semua sama disisi Tuhan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Jesse Jackson (b. 1941), U.S. clergyman, civil rights leader. Speech, 16 July 1984.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;If you obey all the rules, you miss all the fun. &lt;i&gt;Jika anda mentaati peraturan, anda akan kehilangan semua kesenangan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Katharine Hepburn&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;If we cannot end now our differences, at least we can help make the world safe for diversity. &lt;i&gt;Jika kita tidak dapat mengakhiri perbedaan kita sekarang, paling tidak kita dapat membuat dunia ini selamat dari pengaruh perbedaan&lt;/i&gt; – John F. Kennedy (1917-63), U.S. Democratic politician, president. Speech, 10 June 1963, American University, ashington, D.C., on Russo-American relations.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;In organizations, real power and energy is generated through relationships. The patterns of relationships and the capacities to form them are more important than tasks, functions, roles, and positions.&lt;i&gt; Dalam organisasi, kekuatan dan energi sebenarnya di hasilkan dari hubungan. Bentuk hubungan dan kapasitas untuk membentuk hubungan jauh lebih penting dari pada tugas, fungsi, peran, dan jabatan.&lt;/i&gt; – Margaret Wheatly Leadership and the New Science&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Whoever is careless with the truth in small matters cannot be trusted with the important matters. &lt;i&gt;Siapapun yang ceroboh dengan segala kebenaran dalam hal kecil, tidak bisa dipercaya untuk hal-hal yang besar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Albert Einstein&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Life is change. Growth is optional. Choose wisely. &lt;i&gt;Hidup adalah perubahan. Pertumbuhan adalah sebuah opsi. Tentukan pilihan dengan bijak.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Karen Kaiser Clark&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The quality of leadership, more than any other single factor, determines the success or failure of an organization. &lt;i&gt;Kualitas kepemimpinan, lebih dari faktor-faktor yang lain, menentukan kesuksesan atau kegagalan sebuah organisasi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Fred Fiedler &amp;amp; Martin Chemers Improving Leadership Effectiveness&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Excellence is not an accomplishment. It is a spirit, a never-ending process. &lt;i&gt;Keunggulan bukan lah sebuah penyelesaian, tapi sebuah semangat, proses yang tanpa akhir.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Lawrence M. Miller&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The first responsibility of a leader is to define reality. The last is to say thank you. &lt;i&gt;Tanggung jawab pertama dari seorang pemimpin adalah mendefinisikan atau memberikan makna kenyataan. Dan yang terakhir adalah mengucapkan terimakasih.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Max DePree&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;When what you are doing isn’t working, you tend to do more of the same and with greater intensity. &lt;i&gt;Jika apa yang anda kerjakan tidak bisa berhasil, anda cenderung untuk melakukannya lagi dengan intensitas yang lebih tinggi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Dr. Bill Maynard &amp;amp; Tom Champoux Heart, Soul and Spirit&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Every organization must be prepared to abandon everything it does to survive in the future. &lt;i&gt;Setiap organisasi harus di persiapkan untuk meninggalkan segala sesuatu yang ia lakukan untuk bertahan diri dimasa depan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Peter Drucker&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A friend of mine characterizes leaders simply like this: “Leaders don’t inflict pain. They bear pain.” &lt;i&gt;Teman saya memberikan karakterisasi pemimpin seperti ini: “Pemimpin tidak menimbulkan rasa tidak nyaman, tapi mereka menahan rasa tidak nyaman itu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Max DePree&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ah well! I am their leader, I really ought to follow them!, &lt;i&gt;Wow, Saya adalah pemimpin mereke, saya benar-benar harus mengikuti mereka!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- Alexandre Auguste Ledru-Rollin&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dictators ride to and fro upon tigers which they dare not dismount. And the tigers are getting hungry.&lt;br /&gt;- Winston Churchill&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A new leader has to be able to change an organization that is dreamless, soulless and visionless … someone’s got to make a wake up call.&lt;br /&gt;- Warren Bennis&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;I used to think that running an organization was equivalent to conducting a symphony orchestra. But I don’t think that’s quite it; it’s more like jazz. There is more improvisation.&lt;br /&gt;- Warren Bennis&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;When the effective leader is finished with his work, the people say it happened naturally.&lt;br /&gt;- Lao Tse&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Most of what we call management consists of making it difficult for people to get their jobs done&lt;br /&gt;- Peter Drucker&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;I start with the premise that the function of leadership is to produce more leaders, not more followers&lt;br /&gt;- Ralph Nader&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Never tell people how to do things. Tell them what to do and they will surprise you with their ingenuity&lt;br /&gt;- George Patton&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;To lead people, walk beside them …&lt;br /&gt;As for the best leaders, the people do not notice their existence.&lt;br /&gt;The next best, the people honor and praise.&lt;br /&gt;The next, the people fear;&lt;br /&gt;and the next, the people hate …&lt;br /&gt;When the best leader’s work is done the people say,&lt;br /&gt;“We did it ourselves!”&lt;br /&gt;- Lao-tsu&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Unless commitment is made, there are only promises and hopes… but no plans.&lt;br /&gt;- Peter Drucker&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hell, there are no rules here–we’re trying to accomplish something.&lt;br /&gt;- Thomas A. Edison&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Good plans shape good decisions. That’s why good planning helps to make elusive dreams come true. -&lt;br /&gt;Lester R. Bittel The Nine Master Keys of Management&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Never mistake knowledge for wisdom. One helps you make a living; the other helps you make a life.&lt;br /&gt;- Sandra Carey&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Understanding human needs is half the job of meeting them.&lt;br /&gt;- Adlai Stevenson&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Leadership is understanding people and involving them to help you do a job. That takes all of the good characteristics, like integrity, dedication of purpose, selflessness, knowledge, skill, implacability, as well as determination not to accept failure.&lt;br /&gt;- Admiral Arleigh A. Burke&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lead and inspire people. Don’t try to manage and manipulate people. Inventories can be managed but people must be lead.&lt;br /&gt;- Ross Perot&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We must become the change we want to see.&lt;br /&gt;- Mahatma Gandhi&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Drowning in data, yet starved of information&lt;br /&gt;- Ruth Stanat in The Intelligent Organization&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;A competent leader can get efficient service from poor troops, while on the contrary an incapable leader can demoralize the best of troops.&lt;br /&gt;- General of the Armies John J. Pershing&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The quality of a person’s life is in direct proportion to their commitment to excellence, regardless of their chosen field of endeavor.&lt;br /&gt;- Vincent T. Lombardi&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Where there is no vision, the people perish.&lt;br /&gt;- Proverbs 29:18&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;I have lived some thirty years on this planet, and I yet to hear the first syllable of valuable or even earnest advice from my seniors.&lt;br /&gt;- Henry David Thoreau&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kind words can be short and easy to speak, but their echoes are truly endless.&lt;br /&gt;- Mother Theresa&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;An empowered organization is one in which individuals have the knowledge, skill, desire, and opportunity to personally succeed in a way that leads to collective organizational success.&lt;br /&gt;- Stephen R. Covey, Principle-centered Leadership&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nearly all men can stand adversity, but if you want to test a man’s character, give him power.&lt;br /&gt;- Abraham Lincoln&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;One can never consent to creep when one feels an impulse to soar.&lt;br /&gt;- Helen Keller&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;It is important that an aim never be defined in terms of activity or methods. It must always relate directly to how life is better for everyone. . . . The aim of the system must be clear to everyone in the system. The aim must include plans for the future. The aim is a value judgment.&lt;br /&gt;- W. Edwards Deming&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The very essence of leadership is its purpose. And the purpose of leadership is to accomplish a task. That is what leadership does–and what it does is more important than what it is or how it works.&lt;br /&gt;- Colonel Dandridge M. Malone&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;We know not where our dreams will take us, but we can probably see quite clearly where we’ll go without them.&lt;br /&gt;- Marilyn Grey&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;It is not a question of how well each process works, the question is how well they all work together.&lt;br /&gt;- Lloyd Dobens and Clare Crawford-Mason Thinking About Quality&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Do not follow where the path may lead. Go instead where there is no path and leave a trail.&lt;br /&gt;- Ralph Waldo Emerson&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The leader has to be practical and a realist, yet must talk the language of the visionary and the idealist.&lt;br /&gt;- Eric Hoffer&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;In war, three quarters turns on personal character and relations; the balance of manpower and materials counts only for the remaining quarter.&lt;br /&gt;- Napoleon I&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;To manage a system effectively, you might focus on the interactions of the parts rather than their behavior taken separately.&lt;br /&gt;- Russell L. Ackoff&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The significant problems we face cannot be solved at the same level of thinking we were at when we created them.&lt;br /&gt;- Albert Einstein&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The final test of a leader is that he leaves behind him in other men the conviction and will to carry on.&lt;br /&gt;- Walter J. Lippmann&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Leadership should be born out of the understanding of the needs of those who would be affected by it.&lt;br /&gt;- Marian Anderson&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;You may have afresh start any moment you choose, for this thing that we call ‘failure’ is not the falling down, but the staying down.&lt;br /&gt;- Mary Pickford&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;People are more easily led than driven.&lt;br /&gt;- David Harold Fink&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Leadership has a harder job to do than just choose sides. It must bring sides together.&lt;br /&gt;- Jesse Jackson&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;What is character but the determination of incident&lt;br /&gt;what is incident but the illustration of character?&lt;br /&gt;- Henery James&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The trouble is, if you don’t risk anything, you risk even more.&lt;br /&gt;- Erica Jong&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;No man will make a great leader who wants to do it all himself, or to get all the credit for doing it.&lt;br /&gt;- Andrew Carnegie&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The first responsibility of a leader is to define reality.&lt;br /&gt;- Max DePree The Art of Leadership&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Processes don’t do work, people do.&lt;br /&gt;- John Seely Brown&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Leadership is practiced not so much in words as in attitude and in actions.&lt;br /&gt;- Harold Geneen&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The task of the leader is to get his people from where they are to where they have not been.&lt;br /&gt;- Henry Kissinger&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The quality of a leader is reflected in the standards they set for themselves.&lt;br /&gt;- Ray Kroc, Founder of McDonald’s&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jingshen is the Mandarin word for spirit and vivacity. It is an important word for those who would lead, because above all things, spirit and vivacity set effective organizations apart from those that will decline and die.&lt;br /&gt;- James L. Hayes Memos for Management: Leadership&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Uncertainty will always be part of the taking charge process.&lt;br /&gt;- Harold Geneen&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Genius is one percent inspiration and ninety-nine percent perspiration.&lt;br /&gt;- Thomas Alva Edison&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;You can use all the quantitative data you can get, but you still have to distrust it and use your own intelligence and judgment.&lt;br /&gt;- Alvin Toffler&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Remember that it is far better to follow well than to lead indifferently.&lt;br /&gt;- John G. Vance&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The only real training for leadership is leadership.&lt;br /&gt;- Antony Jay&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Quality has to be caused, not controlled.&lt;br /&gt;- Philip Crosby Reflections on Quality&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Probably my best quality as a coach is that I ask a lot of challenging questions and let the person come up with the answer.&lt;br /&gt;- Phil Dixon&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Don’t be afraid of the space between your dreams and reality. If you can dream it you can make it so.&lt;br /&gt;- Belva Davis&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The future is taking shape now in our own beliefs and in the courage of our leaders. Ideas and leadership — not natural or social ‘forces’ — are the prime movers in human affairs.&lt;br /&gt;- George Roche, A World Without Heroes&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The art of leading, in operations large or small, is the art of dealing with humanity, of working diligently on behalf of men, of being sympathetic with them, but equally, of insisting that they make a square facing toward their own problems.&lt;br /&gt;- S. L. A. Marshall Men Against Fire&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;And when we think we lead, we are most led.&lt;br /&gt;- Lord Byron&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Never hire or promote in your own image. It is foolish to replicate your strength and idiotic to replicate your weakness. It is essential to employ, trust, and reward those whose perspective, ability, and judgment are radically different from yours. It is also rare, for it requires uncommon humility, tolerance, and wisdom.&lt;br /&gt;- Dee W. Hock, Fast Company&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;All serious daring starts from within.&lt;br /&gt;- Eudora Welty&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;. . . As we, the leaders, deal with tomorrow, our task is not to try to make perfect plans.&lt;br /&gt;. . . Our task is to create organizations that are sufficiently flexible and versatile that they can take our imperfect plans and make them work in execution. That is the essential character of the learning organization.&lt;br /&gt;- Gordon R. Sullivan &amp;amp; Michael V. Harper&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;In matters of style, swim with the current;&lt;br /&gt;In matters of principle, stand like a rock.&lt;br /&gt;- T. Jefferson&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;If you think you can do a thing or that you cannot do a thing, in either case you are right.&lt;br /&gt;- Henry Ford&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;When nothing is sure, everything is possible.&lt;br /&gt;- Margaret Drabble&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Think of managing change as an adventure. It tests your skills and abilities. It brings forth talent that may have been dormant. Change is also a training ground for leadership. When we think of leaders, we remember times of change, innovation and conflict. Leadership is often about shaping a new way of life. To do that, you must advance change, take risks and accept responsibility for making change happen.&lt;br /&gt;- Charles E. Rice, CEO of Barnett Bank&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Give us the tools, and we will finish the job.&lt;br /&gt;- Winston Churchill&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Not everything that is faced can be changed.&lt;br /&gt;But nothing can be changed until it is faced.&lt;br /&gt;- James Baldwin&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;The world is round and the place which may seem like the end, may also be only the beginning.&lt;br /&gt;- Ivy Baker Priest&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Source and translated from &lt;i&gt;Sumber dan diterjemahkan dari &lt;/i&gt;: Big Dog’s Leadership Quotes&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-3343780936181838817?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/3343780936181838817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/leadership-quotes-kepemimpinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/3343780936181838817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/3343780936181838817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/06/leadership-quotes-kepemimpinan.html' title='Leadership Quotes (Kepemimpinan)'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-1579890162915317796</id><published>2009-01-15T10:57:00.005+07:00</published><updated>2009-06-13T23:15:49.963+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto Kebersamaan'/><title type='text'>Kebersamaan itu memang asyik lho...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SW60S-of4II/AAAAAAAAAGY/yA9Tl-KHoXY/s1600-h/TianAnMen1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291364850350416002" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 291px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SW60S-of4II/AAAAAAAAAGY/yA9Tl-KHoXY/s400/TianAnMen1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Bersama keluarga besar teman sejawat IDI dan Dinkes Kab.Sidoarjo sampai juga di Lapangan bersejarah bagi rakyat RRC, &lt;strong&gt;Tian An Men&lt;/strong&gt; namanya, tepatnya di Kota Beijing, setelah jalan sehat melalui istana kerajaan di area Forbidden City.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-1579890162915317796?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/1579890162915317796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/01/kebersamaan-itu-memang-asyik-lho_767.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/1579890162915317796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/1579890162915317796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/01/kebersamaan-itu-memang-asyik-lho_767.html' title='Kebersamaan itu memang asyik lho...'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SW60S-of4II/AAAAAAAAAGY/yA9Tl-KHoXY/s72-c/TianAnMen1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-3780294958452496976</id><published>2009-01-09T06:46:00.007+07:00</published><updated>2009-06-13T23:12:38.135+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelatihan'/><title type='text'>PELATIHAN ACLS (Advanced Cardiac Life Support) SURABAYA</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SWabZBPWkzI/AAAAAAAAAFI/RJBhIStzv1o/s1600-h/ACLS.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289085666525090610" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 200px; height: 133px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SWabZBPWkzI/AAAAAAAAAFI/RJBhIStzv1o/s200/ACLS.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Pelatihan ACLS Surabaya diselenggarakan di  :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;RS.Husada Utama Surabaya Lt.3&lt;/strong&gt; Jl.Prof.Dr.Moestopo Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Instruktur :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Dokter Spesialis Kardiovasculer (PERKI Cab.Surabaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya : &lt;strong&gt;Rp 2.800.000,-&lt;/strong&gt; (termasuk Buku Panduan, Sertifikat,dan Konsumsi)&lt;br /&gt;Biaya dpat ditransfer ke Bank Niaga Cab.RSU.Dr.Soetomo Surabaya No.Ac.0330110689000 a.n. Dr.Budi Baktijasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Persyaratan:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Peserta adalah Dokter Umum&lt;br /&gt;2. Menyerahkan Pas Photo berwarna 4x6cm sebanyak 2 lembar (pada saat acara)&lt;br /&gt;3. Tidak melayani pendaftaran di tempat (On Site)&lt;br /&gt;4. Peserta dibatasi 35 orang&lt;br /&gt;5. Panitia berhak menutup pendaftaran apabila peserta sudah memenuhi kuota&lt;br /&gt;6. Kelebihan peserta akan didaftarkan pada Pelatihan ACLS berikutnya&lt;br /&gt;7. Peserta dianggap terdaftar bila telah melunasi biaya registrasi dan memenuhi persyaratan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi peserta yang ingin menginap,dapat reservasi di Hotel Husada Utama Lt.6 dengan harga per hari Rp 275.000,- (single bed) dan Rp350.000,-(double bed),telp.031-5017905, 5018335, dan 5010555.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jadual ACLS PERKI Cab.Surabaya tahun 2009 :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;16-18 Januari 2009&lt;br /&gt;06-08 Pebruari 2009&lt;br /&gt;06-08 Maret 2009&lt;br /&gt;17-19 April 2009&lt;br /&gt;15-17 Mei 2009&lt;br /&gt;19-21 Juni 2009&lt;br /&gt;24-26 Juli 2009&lt;br /&gt;07-09 Agustus 2009&lt;br /&gt;09-11 Oktober 2009&lt;br /&gt;13-15 Nopember 2009&lt;br /&gt;11-13 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Contact Person / Sekretariat ACLS :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cinthia (031-70819697, 031-5020362)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-3780294958452496976?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/3780294958452496976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/01/pelatihan-acls-advanced-cardiac-life_09.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/3780294958452496976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/3780294958452496976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/01/pelatihan-acls-advanced-cardiac-life_09.html' title='PELATIHAN ACLS (Advanced Cardiac Life Support) SURABAYA'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SWabZBPWkzI/AAAAAAAAAFI/RJBhIStzv1o/s72-c/ACLS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4172814760133959550.post-7986477442200431391</id><published>2009-01-02T11:00:00.004+07:00</published><updated>2009-06-13T23:14:22.984+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto Keluarga'/><title type='text'>The Family</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SV2SYdxXtOI/AAAAAAAAAEI/fnQP6rmqDPc/s1600-h/hariono.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286542486609048802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SV2SYdxXtOI/AAAAAAAAAEI/fnQP6rmqDPc/s320/hariono.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Semoga menjadi keluarga yang &lt;strong&gt;sakinah&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;mawaddah&lt;/strong&gt;, wa &lt;strong&gt;rahmah&lt;/strong&gt;..aamiin..&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4172814760133959550-7986477442200431391?l=harionodr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harionodr.blogspot.com/feeds/7986477442200431391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/01/family.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/7986477442200431391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4172814760133959550/posts/default/7986477442200431391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harionodr.blogspot.com/2009/01/family.html' title='The Family'/><author><name>Dr.H.Hariono,MARS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01276218635770994539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SVChtE7cXwI/AAAAAAAAABI/rw_c3Yt7wqw/S220/FOTO+SALAM+REDAKSI.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IUhW07cW2NI/SV2SYdxXtOI/AAAAAAAAAEI/fnQP6rmqDPc/s72-c/hariono.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
